Berita, Nasional

Empat Jenderal Purnawirawan TNI Layangkan Surat Protes ke Polda Metro Jaya Terkait Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Repelita.id

22 June 2026 21:18 WIB

Empat Jenderal Purnawirawan TNI Layangkan Surat Protes ke Polda Metro Jaya Terkait Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Empat purnawirawan jenderal bintang empat TNI melayangkan surat protes kepada Polda Metro Jaya terkait penahanan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa.

Surat yang diterbitkan Forum Purnawirawan Prajurit TNI tertanggal 19 Juni 2026 tersebut menyoroti tindakan kepolisian dalam menangani perkara tuduhan ijazah palsu Presiden ketujuh RI.

ADVERTISEMENT

Keempat sosok senior militer yang membubuhkan tanda tangan tersebut adalah Fachrul Razi, Tyasno Soedarto, Slamet Soebijanto, dan Hanafie Asnan.

Menanggapi gejolak tersebut, pakar hukum Universitas Islam Batik, Hafid Zakariya, menegaskan bahwa setiap tersangka memiliki ruang untuk menempuh jalur praperadilan guna menguji validitas penahanan.

"Dalam proses penegakan hukum itu harus equal, karena principle equal before the law atau kesetaraan hukum," ujar Hafid.

Ia menambahkan bahwa jika prosedur penangkapan atau penahanan dianggap tidak selaras dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, maka gugatan melalui praperadilan adalah langkah yang sah.

"Kalau pihak dari Roy Suryo tidak setuju atas penahanan dan atau dalam istilah penangkapan itu tidak sesuai dengan KUHAP, maka dia bisa melakukan pra-peradilan," jelas Hafid.

Menurutnya, institusi praperadilan berfungsi sebagai garda dalam mempertahankan hak-hak fundamental setiap tersangka di mata hukum.

"Jadi kalau dia tidak setuju dengan penetapan penahanan yang dilakukan, maka kuasa hukum bisa melakukan pra-peradilan," pungkasnya.

Pihak Forum Purnawirawan Prajurit TNI sendiri telah menyampaikan lima poin tuntutan dalam surat mereka, termasuk permohonan transparansi serta pertimbangan penangguhan penahanan bagi kedua tersangka.

Di balik aksi protes tersebut, empat jenderal purnawirawan ini memiliki rekam jejak panjang di institusi militer Indonesia.

Fachrul Razi merupakan mantan Wakil Panglima TNI yang juga pernah memegang jabatan Menteri Agama pada era pemerintahan Jokowi.

Tyasno Soedarto tercatat sebagai mantan Kepala Staf Angkatan Darat yang sempat terlibat dalam tim penasihat pada Pilpres 2024 lalu.

Sementara Slamet Soebijanto adalah mantan Kepala Staf Angkatan Laut yang mengabdi selama puluhan tahun sebelum purnatugas pada 2007 silam.

Terakhir, Hanafie Asnan merupakan mantan Kepala Staf Angkatan Udara yang dikenal melalui kebijakan pentingnya dalam masa transisi reformasi nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung