Berita, Viral Sosmed

Elite Sibuk Konflik Penyadapan, Rakyat Desak Pemerintah Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Lapangan Kerja

Repelita.id

05 November 2026 14:04 WIB

Elite Sibuk Konflik Penyadapan, Rakyat Desak Pemerintah Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Lapangan Kerja
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Gelombang aspirasi dari masyarakat kelas bawah mulai bermunculan guna menyentil ketegangan politik antara pimpinan negara terdahulu dengan aparat kepolisian pada hari Kamis, 5 November 2026.

ADVERTISEMENT

Masyarakat menilai perseteruan dingin yang melibatkan para pejabat di tingkat elite sama sekali tidak memberikan dampak positif bagi pemenuhan kebutuhan dasar hidup warga.

Catatan evaluasi sosial yang menyasar para pemangku kebijakan tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @rekamdoc melalui lembaran tulisan terbarunya sekitar dua jam yang lalu.

"Kepada pak Prabowo, @jokowi, Listyo Sigit. Saat ini, ketika para pejabat & penguasa sibuk meratapi perang dingin di panggung elite, rakyat di bawah tak punya waktu utk ikut pusing," tulis akun @rekamdoc.

Pihaknya memaparkan empat prioritas utama yang mendesak untuk segera diwujudkan pemerintah, yakni akses pendidikan anak, jaminan kesehatan nasional, stabilitas harga sembako, dan ketersediaan lapangan kerja.

"YANG ADA DI KEPALA RAKYAT SAAT INI CUMA HAL-HAL MENDASAR: 1. Gimana caranya anak bisa sekolah, 2. Kesehatan terjamin, 3. Sembako murah, 4. Lapangan kerja ada," ulas akun @rekamdoc.

Dirinya menegaskan esensi utama dari kepemimpinan nasional adalah memberikan garansi kesejahteraan ekonomi domestik agar masyarakat tidak terus-menerus cemas menghadapi ketidakpastian situasi di lapangan.

"Dan kalo semua itu sdh terjamin dapur rumah tangga tetap bisa ngebul!. Saat elit sibuk berebut kekuasaan, rakyat cuma butuh kepastian utk bertahan hidup!," lanjutnya menegaskan kritik tersebut.

Unggahan itu langsung memantik tanggapan keras dari netizen lain yang mencurigai adanya upaya rekayasa isu intelijen guna membangun opini publik seolah-olah penguasa merupakan korban dari konspirasi.

"JANGAN-JANGAN ISU SADAP-MENYADAP INI HANYA PENGALIHAN ISU, AGAR SEOLAH-OLAH PRESIDEN MENJADI KORBAN DAN PUBLIK LUPA PADA PERSOALAN YANG SEBENARNYA. JANGAN BIARKAN PERHATIAN KITA TERALIH!," tulis akun edi_jaddah_slank dalam kolom komentar.

Warganet tersebut mengingatkan bahwa masih banyak rapor merah pengelolaan negara yang belum tuntas, mulai dari bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga demonstrasi warga yang terabaikan.

"KARHUTLA MASIH MENJADI PERSOALAN, SUARA DEMONSTRAN MASIH MENUNTUT UNTUK DIDENGAR, DAN ASPIRASI RAKYAT MASIH MENUNGGU JAWABAN. KALAU MEMANG ADA PENYADAPAN, SILAKAN USUT SECARA TERBUKA," tambahnya sekitar dua jam yang lalu.

Ia mendesak agar skandal peretasan komunikasi pejabat ini tidak bertransformasi menjadi sebuah panggung drama sandiwara politik yang sengaja didesain untuk menutupi berbagai macam kelalaian pemerintah.

"TETAPI JANGAN SAMPAI ISU TERSEBUT MENJADI PANGGUNG DRAMA YANG MENUTUPI PERSOALAN BANGSA," tulis akun edi_jaddah_slank dalam kelanjutan argumen di kolom interaksi media sosial tersebut.

Pihaknya mengingatkan kewajiban utama seorang kepala negara adalah membuka mata dan telinga lebar-lebar terhadap setiap jeritan kesulitan ekonomi serta keluhan yang disampaikan oleh warga negaranya sendiri.

"PRESIDEN BUKAN HANYA PERLU DIDENGAR KELUHANNYA, TETAPI JUGA HARUS MAU MENDENGAR KELUHAN RAKYATNYA," tegas pengguna internet tersebut melayangkan tuntutan sosialnya secara terbuka.

Pernyataan penutup dalam ruang diskusi siber itu mengingatkan masyarakat luas agar tidak terjebak dalam arus fanatisme buta membela elite penguasa hingga melupakan kelestarian ekosistem lingkungan hidup.

"JANGAN SAMPAI KITA TERLALU SIBUK MEMBELA PENGUASA, SAMPAI LUPA MEMBELA RAKYAT DAN ALAM YANG SEDANG TERLUKA," pungkas akun edi_jaddah_slank dalam komentar yang disetujui langsung oleh pengunggah materi informasi independen itu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok







View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung