Repelita Jakarta - Peneliti Senior Citra Institute Efriza menilai kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Papua baru-baru ini justru menuai banyak kritik dari masyarakat setempat.
Menurutnya posisi Gibran sebagai Ketua Badan Khusus Percepatan Pembangunan Papua seharusnya dimanfaatkan untuk menghadirkan solusi strategis bagi berbagai persoalan di Bumi Cenderawasih.
ADVERTISEMENT
Namun kunjungan tersebut dinilai lebih banyak bersifat seremonial seperti pembagian buku dan alat tulis yang bersifat humanis di permukaan tanpa menyentuh akar masalah yang ada.
Efriza menyayangkan bahwa kehadiran Gibran belum menunjukkan kontribusi nyata dan substansial terutama dalam upaya penanganan konflik serta percepatan pembangunan di wilayah Papua Tengah.
Ia menekankan bahwa masyarakat Papua termasuk anggota DPR Papua mengharapkan kebijakan konkret di bidang pendidikan kesehatan dan infrastruktur bukan sekadar kegiatan simbolis.
Menurut Efriza pembangunan di Papua sulit berjalan cepat jika kekerasan bersenjata masih terus terjadi karena stabilitas keamanan menjadi prasyarat utama bagi investasi infrastruktur dan pelayanan publik.
Efriza mendorong Gibran untuk mengintegrasikan agenda pembangunan dengan upaya rekonsiliasi politik dan sosial melalui pendekatan dialogis yang melibatkan tokoh lokal pihak gereja serta pemangku adat.
Ia memperingatkan bahwa tanpa intervensi kebijakan serius dari pemerintah pusat untuk menangani konflik ekonomi dan transportasi kehadiran Gibran hanya akan dianggap sebagai pencitraan semata.
Efriza menegaskan bahwa masyarakat Papua membutuhkan peran dan solusi konkret dari Wakil Presiden bukan hanya kehadiran fisik semata.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok