Berita, Nasional

Dugaan Pembusukan Kapolri Jenderal Suyudi Mengemuka Pasca Penyerbuan Ponpes Putri Sukoharjo oleh Polisi

Repelita.id

02 November 2026 17:42 WIB

Dugaan Pembusukan Kapolri Jenderal Suyudi Mengemuka Pasca Penyerbuan Ponpes Putri Sukoharjo oleh Polisi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Insiden penyerbuan Pondok Pesantren Putri Hamalatul Quran di Sukoharjo, Jawa Tengah, terus memicu berbagai sorotan tajam dari berbagai kalangan masyarakat.

Peristiwa tersebut diungkapkan oleh Muladi melalui tayangan kanal YouTube BANG EDY CHANNEL pada Senin, 2 November 2026.

ADVERTISEMENT

Dalam penjelasannya, Muladi menyebutkan bahwa tindakan aparat kepolisian yang mendatangi pesantren tersebut dinilai sangat berlebihan dan brutal.

Belasan personel Brimob bersenjata laras panjang dilaporkan mendobrak pintu kamar para ustazah serta santriwati secara paksa.

Tindakan itu disertai todongan senjata, bentakan keras, hingga perlakuan yang membuat para santriwati mengalami ketakutan mendalam.

Bahkan, sejumlah anak di bawah umur serta balita turut terdampak secara psikologis akibat penggerebekan tersebut.

Berbagai elemen masyarakat, termasuk Majelis Ulama Indonesia serta lembaga legislatif, langsung melayangkan kecaman keras.

Mereka mendesak agar investigasi menyeluruh segera dilakukan terhadap seluruh aparat yang terlibat dalam operasi tersebut.

Selain itu, muncul pula tuntutan kuat agar pimpinan tertinggi kepolisian segera mengambil tindakan tegas berupa pencopotan jabatan.

Desakan tersebut ditujukan khusus kepada Kapolda Jawa Tengah Roy Hardi Sihaan serta Kapolres Sukoharjo.

Muladi menilai bahwa insiden kontroversial ini tidak boleh hanya dilihat sebagai sekadar kesalahan prosedur biasa di lapangan.

Ada dugaan kuat bahwa peristiwa tersebut merupakan bagian dari skenario pembusukan terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi.

Pemilihan target berupa pondok pesantren putri menjelang waktu subuh dinilai sebagai formula sempurna untuk memicu kemarahan publik.

Langkah ini diduga sengaja dirancang untuk membenturkan institusi kepolisian dengan basis massa umat Islam di Solo Raya.

Kendati demikian, tantangan ini menjadi ujian nyata bagi komitmen Kapolri dalam membersihkan kultur lama di tubuh korps bhayangkara.

Langkah tegas pemecatan terhadap pejabat daerah terkait dinilai sebagai kunci untuk membuktikan perubahan arah institusi kepolisian.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung