Berita, Nasional

Dubes Kuba Temui Megawati Soekarnoputri Paparkan Dampak Tekanan Ekonomi Amerika Serikat dan Jajaki Kerja Sama Riset Kesehatan

Repelita.id

19 May 2026 20:59 WIB

Dubes Kuba Temui Megawati Soekarnoputri Paparkan Dampak Tekanan Ekonomi Amerika Serikat dan Jajaki Kerja Sama Riset Kesehatan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Utusan diplomatik tertinggi dari kawasan karibia menjabarkan runtutan problematika finansial yang melanda negaranya akibat blokade ekonomi unilateral dari negara adidaya barat saat menggelar diskusi bilateral kemitraan strategis.

Pertemuan formal tersebut dilangsungkan bersama tokoh nasional sekaligus pimpinan dewan pengarah lembaga riset negara di kediaman pribadinya kawasan menteng guna menjajaki peluang sinergi riset, pendidikan, serta pelayanan medis.

ADVERTISEMENT

Dalam dialog tertutup tersebut dibahas pula rencana penguatan program kesehatan masyarakat yang mencakup pengembangan formula farmasi penanganan tumor, sertifikasi produk higienis, hingga integrasi rujukan dengan jaringan rumah sakit spesialis domestik.

"Kepada Dubes Kuba, Ibu Megawati mengatakan kesehatan penting sekali untuk rakyat sehingga ketika saat menjabat presiden berinisiatif membangun RS PON," kata Hasto.

Pihak tuan rumah juga sempat membagikan memori historis saat melakukan kunjungan kenegaraan ke pulau tersebut belasan tahun silam dengan menyoroti sistem ketenagakerjaan industri lokal yang dinilai memberikan apresiasi adil bagi kaum buruh.

"Ibu Mega bernostalgia ketika berkunjung ke Kuba melihat secara langsung pabrik cerutu. Ternyata ada insentif bagi pekerja yang bisa mencapai target, kemudian ketika ada produksi lebih dari target maka kelebihan itu menjadi hak pekerja tersebut." kata Hasto menambahkan.

Perwakilan havana turut memaparkan keberhasilan metode pemberantasan buta aksara milik mereka yang diklaim sangat aplikatif dan telah diadopsi oleh puluhan negara berkembang demi mendongkrak kualitas sumber daya manusia.

Di sisi lain dinamika domestik havana saat ini digambarkan berada dalam fase kelumpuhan paling krusial sejak era pembubaran blok timur akibat pengetatan sanksi pelayaran armada pengangkut bahan bakar eksternal.

Kondisi tersebut berdampak masif pada stabilitas pasokan daya listrik harian serta mengancam sektor industri jasa pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung penerimaan devisa negara kepulauan tersebut.

Merespons paparan krisis itu pihak tuan rumah menegaskan kembali komitmen kebangsaan mengenai pentingnya konsolidasi solidaritas global antarnegara berdaulat guna memperjuangkan hak kemandirian ekonomi lewat forum perserikatan bangsa-bangsa.

Agenda diskusi hangat tersebut kemudian diakhiri dengan prosesi penyerahan berbagai cendera mata khas budaya masing-masing negara termasuk pembahasan latar belakang sebuah karya seni lukisan historis yang memikat perhatian sang diplomat asing.

“Setelah menerima parfum, Ibu Mega spontan menjelaskan bahwa Beliau juga telah memiliki bunga Mariposa Putih yang ditanam di kebunnya di Bali.” kata Ahmad Basarah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung