Berita, Timur Tengah

Drone Iran Hantam Kedutaan AS di Riyadh Lebih Parah dari Klaim Resmi Saudi

Repelita.id

04 April 2026 22:27 WIB

Drone Iran Hantam Kedutaan AS di Riyadh Lebih Parah dari Klaim Resmi Saudi
Foto: Istimewa

Repelita Riyadh - Harian Wall Street Journal (WSJ) edisi Jumat, 3 April 2026, mewartakan bahwa serangan pesawat nirawak atau drone Iran yang menghantam Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi, pada Maret lalu ternyata menyebabkan kerusakan yang jauh lebih parah daripada yang selama ini dilaporkan kepada publik.

Awalnya Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan bahwa serangan drone Iran tersebut hanya menyebabkan kerusakan minor dan kebakaran terbatas, namun para pejabat maupun mantan pejabat AS justru mementahkan klaim resmi tersebut.

ADVERTISEMENT

Laporan WSJ mendedahkan bahwa serangan pertama drone Iran mampu menghindari sistem pertahanan udara Arab Saudi yang melindungi Kawasan Diplomatik Riyadh dan langsung menghantam kompleks Kedutaan Besar AS.

Yang mengejutkan, masih ada serangan lanjutan dimana drone kedua Iran secara cerdik menyasar lubang yang sama yang ditimbulkan oleh ledakan drone pertama.

“Semenit kemudian, drone kedua memasuki lubang yang dibuat oleh drone pertama dan juga meledak,” kata para pejabat yang dikutip oleh WSJ dalam laporannya.

Menurut laporan tersebut, serangan itu mampu menembus area aman tempat para pegawai kedutaan yang biasanya bekerja pada siang hari, dan membuat tiga lantai di kompleks Kedubes AS di Riyadh porak-poranda.

“Andai serangan terjadi selama jam kerja, itu bisa menjadi peristiwa dengan banyak korban jiwa,” imbuh narasumber WSJ yang akrab dengan situasi keamanan di kawasan tersebut.

Area Kedubes AS di Riyadh yang hancur dihantam drone Iran itu juga mencakup kantor stasiun Badan Intelijen Pusat (CIA), namun menurut laporan terdapat upaya sistematis untuk menutup-nutupi kerusakan sebenarnya.

Mantan pejabat CIA Bernard Hudson yang ahli di bidang kontraterorisme dan sarat pengalaman penugasan di Timur Tengah menduga ada upaya pemadaman informasi tentang efek sesungguhnya dari serangan Iran.

“Hal itu memicu kecurigaan bahwa kerusakan yang sebenarnya mungkin jauh lebih besar,” ujarnya mengomentari minimnya informasi resmi yang beredar.

Lebih jauh Hudson juga mengomentari kemampuan Iran memproduksi senjata buatan dalam negeri dan menembakkannya sejauh ratusan mil hingga mengenai fasilitas-fasilitas penting milik musuh.

“Ini menunjukkan bahwa mereka bisa saja menargetkan apa pun di kota itu,” imbuh Hudson tentang kapabilitas baru yang dimiliki oleh Iran.

Fakta tersebut bukanlah satu-satunya keberhasilan Iran menyasar pos-pos terdepan AS sejak perang dimulai pada 28 Februari lalu.

Saat perang baru dimulai, Iran langsung menembakkan rudal untuk menyerang pangkalan militer AS di Bahrain sebagai bentuk respon cepat terhadap agresi.

Pada Maret silam, misil Iran menghantam markas militer AS di Pangkalan Udara Prince Sultan, Al Kharj, Arab Saudi, merusak sejumlah pesawat pengisian bahan bakar dan melukai setidaknya 10 tentara Amerika.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung