Repelita [Jakarta] - Pengamat militer dan intelijen Selamat Ginting membeberkan dugaan adanya ancaman sabotase politik hingga pergerakan terselubung untuk menggulingkan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tajam tersebut dipaparkan dalam diskusi bersama yang ditayangkan di saluran YouTube Forum Aktual.
ADVERTISEMENT
"Apakah pergerakan masa aksi di bulan Agustus ini itu sudah mengarah kepada penggulingan presiden sedang dilakukan sabotase tidak bisa dibantah lagi pembangkangan terhadap presiden itu terjadi sejak e Juli menjelang 17 Agustus ini ya itu sama dengan peristiwa menjelang 5 Oktober 1965."
Ia menilai indikasi perlawanan terhadap otoritas kepala negara mulai nampak dari berbagai dinamika internal lembaga penegak hukum serta manuver kelompok kepentingan tertentu.
"Aksi demo hari itu 5 Agustus hari Rabu 5 Agustus di 9 titik itu batal ada apa kemungkinan ada dirijen yang mengorkestrasi demo-demo di Jakarta akan meledak demo di e di beberapa tempat hitungan saya kira-kira Banten lah Bandung Surabaya Solo nantinya targetnya ee Jakarta."
Selamat menyebut keberadaan oligarki hitam yang merasa terganggu oleh kebijakan penertiban aset negara menjadi dalang utama di balik skenario destabilisasi nasional.
"Dari tempat-tempat ini kan kita bisa baca kira-kira siapa ya orang yang pernah berkuasa di Solo siapa orang yang pernah berkuasa di Banten."
Kelompok oligarki ini disinyalir memanfaatkan situasi krisis serta menjalin aliansi dengan oknum pemegang kekuatan untuk mendelegitimasi program strategis pemerintah.
Guna meredam potensi ancaman kudeta politik tersebut, kepala negara didorong untuk mengambil keputusan tegas melalui perombakan kabinet dan pembersihan aparatur.
"Cukup dengan omon-omonnya itu tindakan sekarang apa sibego itu gitu rakyat kita enggak ada orang yang lebih pintar dari Gibran."
Kepemimpinan nasional diharapkan berani mengambil tindakan korektif demi menjaga stabilitas negara serta melindungi kedaulatan dari cengkeraman oligarki.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok