Berita, Internasional

DPR AS Loloskan Resolusi Pembatasan Perang, Trump Terancam Kehilangan Dukungan Politik Internal

Repelita.id

05 June 2026 12:45 WIB

DPR AS Loloskan Resolusi Pembatasan Perang, Trump Terancam Kehilangan Dukungan Politik Internal
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat secara mengejutkan meloloskan resolusi pembatasan wewenang perang atau War Powers Resolution pada 3 Juni 2026.

Keputusan tersebut diambil melalui mekanisme pemungutan suara yang cukup ketat dengan perolehan 215 suara setuju berbanding 208 suara penolakan.

ADVERTISEMENT

Langkah ini mencerminkan dinamika politik baru setelah empat politisi Partai Republik memilih membelot dari kebijakan partainya untuk mendukung kubu Demokrat.

Empat legislator tersebut adalah Thomas Massie, Brian Fitzpatrick, Tom Barrett, serta Warren Davidson yang secara terbuka menentang arah kebijakan pemerintah.

Meski secara prosedur hukum resolusi ini belum mengikat penuh, langkah DPR tersebut mengirimkan pesan politis bahwa dukungan domestik terhadap perang Iran mulai goyah.

Gedung Putih sendiri telah menyatakan penolakannya dan menganggap resolusi legislatif tersebut sebagai langkah inkonstitusional terhadap hak prerogatif presiden.

Pemerintahan Donald Trump berargumen bahwa tidak ada operasi tempur aktif yang mendesak untuk dihentikan karena situasi gencatan senjata sejak April lalu.

Namun, analis menilai pemungutan suara ini mengubah lingkungan politik yang kini membayangi jalannya negosiasi internasional antara Washington dan Tehran.

Speaker DPR, Mike Johnson, sempat melayangkan peringatan bahwa langkah parlemen ini dapat menggerus posisi tawar Amerika Serikat di meja perundingan.

Di sisi lain, pihak Iran diperkirakan akan membaca keretakan dukungan politik di Washington ini sebagai celah untuk menekan tuntutan mereka.

Tehran mungkin akan memanfaatkan persepsi ketidakstabilan politik domestik AS untuk meraih konsesi lebih besar terkait pengayaan uranium dan pengelolaan Selat Hormuz.

Ke depan, perhatian akan tertuju pada langkah Senat dalam menanggapi resolusi ini serta perkembangan mediasi yang difasilitasi oleh pihak Pakistan.

Presiden Trump kini menghadapi tantangan ganda dalam menjaga stabilitas politik dalam negeri sembari mengamankan hasil kesepakatan diplomatik yang kuat. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung