Berita, Nasional

Doktor Selamat Ginting Sebut Prabowo Bak Bebek Lumpuh Kehilangan Otoritas Terlalu Dini

Repelita.id

10 September 2026 12:57 WIB

Doktor Selamat Ginting Sebut Prabowo Bak Bebek Lumpuh Kehilangan Otoritas Terlalu Dini
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Doktor Selamat Ginting menilai Presiden Prabowo Subianto berisiko menghadapi fenomena bebek lumpuh secara prematur akibat pergerakan dan manuver politik partai koalisi yang mulai menghitung suksesi kepemimpinan menuju pemilihan presiden 2029.

Analisis dan pemaparan tersebut disampaikan melalui video yang diunggah oleh akun YouTube Forum Keadilan TV pada tanggal 9 September 2026.

ADVERTISEMENT

Situasi tersebut dipicu oleh berbagai dinamika serta penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan, sehingga partai-partai politik di dalam koalisi mulai mengambil jarak dan bersiap mengamankan posisi masing-masing.

Pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dinilai membawa pesan bahwa kekuasaan memiliki batas waktu dan merupakan amanat rakyat, yang langsung memicu perbincangan luas di kalangan kekuatan politik parlemen.

Berbagai tanggapan dari lintas partai menunjukkan adanya kalkulasi strategis agar tidak terseret sepenuhnya apabila tingkat kepuasan terhadap jalannya pemerintahan terus mengalami penurunan yang signifikan.

Golkar melalui Ahmad Doli Kurnia bahkan disebut sedang membunyikan alarm politik dan memasang kuda-kuda lebih awal agar partai besar tidak hanya menjadi penonton dalam konstelasi nasional mendatang.

Selain itu, kemunculan poros-poros kekuatan seperti Poros Cikeas dan Poros Solo memperlihatkan adanya upaya dari para jaringan mantan kepala negara untuk tetap mempertahankan pengaruh serta mempersiapkan opsi politik jangka panjang.

Di sisi lain, Gerindra berupaya menjaga stabilitas koalisi dengan meminta agar seluruh partai pendukung tetap fokus sepenuhnya pada jalannya pemerintahan saat ini dan tidak terburu-buru larut dalam agenda politik lima tahunan.

Perbincangan hangat mengenai arah dukungan ini turut diwarnai oleh dinamika hubungan antarpartai yang pernah mengalami perpecahan kongsi pada kontestasi sebelumnya serta perbedaan tingkat loyalitas di kabinet.

Presiden Prabowo Subianto didorong untuk lebih berani melakukan evaluasi serta penataan ulang terhadap komposisi menteri dan tim pendukung agar roda pemerintahan dapat berjalan optimal tanpa terganggu kalkulasi politik parpol.

Peta kekuatan politik nasional saat ini memperlihatkan bahwa sirkulasi kekuasaan dan persiapan suksesi telah mulai digerakkan oleh para elite jauh sebelum masa jabatan pemerintahan berjalan tuntas.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung