Berita, Nasional

Dokter Tifa Ungkap JPU Sembunyikan 26 BAP Krusial dalam Sidang Kasus Ijazah Jokowi

Repelita.id

17 July 2026 11:45 WIB

Dokter Tifa Ungkap JPU Sembunyikan 26 BAP Krusial dalam Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Perkembangan terbaru kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo mencuat dalam agenda sidang ketiga. Dokter Tifauzia Tyasumma menyoroti dinamika yang terjadi di ruang pengadilan.

Melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya pada Jumat (17/7/2026), Dokter Tifa memberikan gambaran mengenai jalannya persidangan. Ia menyebut agenda kali ini fokus pada tanggapan Jaksa Penuntut Umum atas eksepsinya.

ADVERTISEMENT

"SIDANG KE-3 DR TIFA VS JOKOWI

Sidang hari ini agendanya mendengarkan tanggapan JPU atas eksepsi dr Tifa," tulisnya.

"Selain normatif dan mainstream, intinya ya memohon Yang Mulia Majelis Hakim menolak eksepsi dr Tifa," ungkapnya.

Dokter Tifa menekankan adanya ketegangan antara tim advokatnya dengan pihak JPU. Perselisihan tersebut dipicu oleh belum lengkapnya penyerahan dokumen Berita Acara Pemeriksaan kepada pihak terdakwa.

"Namun, hal paling menarik justru perdebatan Tim Advokat dr Tifa (TPDT) dengan JPU," sebutnya.

"Pasalnya, sampai sidang ke-3 berjalan, ternyata JPU belum juga menyerahkan seluruh BAP ke TPDT," sambungnya.

Menurut Dokter Tifa, dokumen BAP adalah hak mutlak yang harus diterima terdakwa sebelum proses persidangan berlanjut. Ia menyayangkan ketidaklengkapan dokumen tersebut.

"Padahal berkas BAP adalah HAK sepenuhnya terdakwa untuk menerima seluruhnya sebelum sidang berjalan," paparnya.

Ia merinci bahwa dokumen yang belum diserahkan tersebut merupakan poin krusial dalam pembuktian perkara. Berkas itu mencakup hasil pemeriksaan ahli dan data forensik digital.

"Parahnya lagi, yang tidak diserahkan JPU ke TPDT adalah jantung dari perkara ini, yaitu 26 BAP, terdiri atas satu klaster BAP ahli yang dihadirkan Polda serta satu klaster BAP ahli digital forensik ditambah BAP Puslabfor," jelasnya.

Dokter Tifa merasa pihak JPU menunjukkan sikap keras terkait pemenuhan hak dokumen tersebut. Ia pun mempertanyakan urgensi di balik tertahannya berkas-berkas penting itu.

"Dalam perdebatan panas tadi, sangat tampak JPU bersikeras tidak mau menyerahkan berkas BAP yang super penting itu," terangnya.

"Pertanyaannya: Kenapa JPU mati-matian tidak mau serahkan BAP? Ada Apa Denganmu Cinta?" pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung