Berita, Nasional

Dokter Tifa Klaim Ada “Dua Joko Widodo” dan Sebut Analisis Ijazah Cukup Lihat Kumis Hingga Bentuk Rahang

Repelita.id

05 August 2026 17:13 WIB

Dokter Tifa Klaim Ada “Dua Joko Widodo” dan Sebut Analisis Ijazah Cukup Lihat Kumis Hingga Bentuk Rahang
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sosok tersangka dugaan kasus pencemaran nama baik Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menyampaikan klaim bahwa penentuan keabsahan maupun indikasi pemalsuan dokumen akademik tak harus bergantung pada pengujian Laboratorium Forensik.

Pernyataan tersebut ia utarakan di tengah penanganan perkara hukum yang membicarakan keaslian ijazah milik Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

Ia berkeyakinan pembuktian atas dokumen terkait dapat ditelaah cukup menggunakan metode pengamatan visual yang diklaim telah dijalankan timnya selama lebih dari setahun.

"Ijazah itu gampang. Mau dibuktikan palsu atau asli itu gampang, enggak usah pakai Labfor, dengan kasat mata," ujar Tifa.

Pengasumsi ini menurutnya berangkat dari ikhtiar pengkajian serta penelusuran mendalam yang dilakoni secara rutin dalam jangka waktu panjang.

"Kami diuntungkan dengan 450 hari, di mana betul-betul melakukan pengkajian dan penelitian," katanya.

Tifa menyebutkan salah satu berkas yang disiapkan guna disodorkan ke ruang persidangan ialah buku daftar alumni yang dianggapnya sebagai dokumen otentik.

Naskah fisik tersebut dinilainya pernah dijadikan acuan oleh kelompok penyokong keaslian dokumen kelulusan lantaran mencantumkan identitas nama bersangkutan.

"Ini buku alumni, autentik, asli. Dulu justru dijadikan bukti karena di halaman 280 ada nama Joko Widodo," ujarnya.

Kendati demikian Tifa menandaskan bahwa analisis timnya tidak berhenti sekadar pada pencatatan nama di dalam halaman buku alumni.

Proses penelaahan yang mereka terapkan diklaim lebih menitikberatkan pada aspek visual pendukung pada dokumen pendamping.

"Yang kami lihat bukan namanya, tetapi kumis, kacamata, bentuk rahang, dan jarak mata," tuturnya.

Ia berpendapat jika langkah analitis tersebut merupakan bagian dari kerangka kerja tim saat menguji keabsahan foto serta dokumen terkait.

Walau begitu ia tak menampik jika temuan yang dibeberkan saat ini masih berstatus sebagai asumsi awal dan belum menjadi muara kesimpulan.

"Saya belum bilang ini tesis, masih hipotesis. Kalau di sini tertulis asal SLTA Jokowi adalah SMA 6 Yogyakarta," katanya.

Dari temuan lembar tersebut Tifa meyakini timbul kejanggalan baru yang dinilainya perlu ditindaklanjuti secara menyeluruh.

"Berarti ada dua Joko Widodo. Jadi investigasinya harus ditelusuri lagi," ujarnya.

Upaya pelacakan kelanjutan disebutnya bakal menyasar pencatatan riwayat pendidikan pada SMA Negeri 6 Yogyakarta beserta arsip penerimaan mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada era 1980-an.

"Mulai dari SMA 6 Yogyakarta, kami akan mencari data di dinas pendidikan. Lalu ditelusuri juga pada 1980 UGM menerima berapa mahasiswa bernama Joko Widodo," tuturnya.

Menutup keterangannya Tifa kembali melayangkan pertanyaan menyangkut kepastian latar belakang sekolah pimpinan negara tersebut.

"Ada dua Joko Widodo. Yang satu mengaku alumni SMA 6 Surakarta, sementara di sini ada eviden SMA 6 Yogyakarta. Nah, yang mana ini yang jadi presiden?" pungkasnya.

Perdebatan mengenai keabsahan berkas pendidikan tersebut hingga kini masih bergulir dalam koridor hukum dan menantikan pembuktian resmi di meja hijau.

Di sisi lain Universitas Gadjah Mada sejak awal telah mengonfirmasi bahwa naskah ijazah beserta skripsi atas nama Joko Widodo merupakan dokumen otentik yang diterbitkan secara sah oleh pihak kampus.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta menyatakan seluruh rekam jejak akademik Jokowi terdokumentasi rapi sejak proses perkuliahan awal hingga kelulusan.

"Perlu diketahui, ijazah dan skripsi Joko Widodo adalah asli. Beliau pernah kuliah di sini, teman-teman satu angkatan mengenal baik beliau, beliau aktif dalam kegiatan mahasiswa Silvagama, tercatat menempuh berbagai mata kuliah, menyelesaikan skripsi, sehingga ijazah yang diterbitkan oleh UGM adalah asli," kata Sigit.

Pihak almamater memastikan tidak ada keraguan menyangkut status kelulusan alumni yang bersangkutan karena seluruh proses pembelajaran telah diselesaikan sesuai regulasi kampus yang berlaku.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung