Repelita [Jakarta] - Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa secara terbuka mengakui kondisi keuangan pribadinya yang menipis di tengah rangkaian sidang kasus ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Perjuangan hukum yang telah ia jalani sejak April 2025 kini menuntut biaya operasional yang tidak sedikit.
Melalui unggahan di akun media sosial X pada 4 Juli 2026, ia membagikan realita perjuangannya yang selama ini dibiayai secara mandiri. Ia sempat menahan diri dari menerima bantuan pihak luar demi menjaga idealisme dan harga diri dalam mengawali perkara tersebut.
ADVERTISEMENT
Dokter Tifa menuliskan dalam cuitannya dihttps://twitter.com/DokterTifa: "Anda tahu dalam perjuangan ini saya butuh banyak sekali dana. Selama ini saya terlalu tinggi hati untuk menerima donasi, bantuan, santunan, dan sebagainya dari manapun." Namun, situasi yang mendesak membuatnya kini harus berbesar hati membuka ruang dukungan dari masyarakat luas.
Strategi penggalangan dana yang dilakukan Dokter Tifa dilakukan melalui penjualan karya tulis miliknya sendiri. Ia berharap masyarakat yang peduli terhadap kasus ini dapat berkontribusi dengan membeli buku-buku yang ia tawarkan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk ikhtiar agar ia tetap mampu berdiri tegak di ruang konferensi hingga perkara tuntas. Dalam unggahan tersebut, ia juga melampirkan informasi nomor rekening serta kontak layanan agar memudahkan pendukung yang ingin berpartisipasi. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok