Berita, Nasional

Dituduh Terlibat Upaya Gembosi Prabowo Demi Uang, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Honor Saya Cukup

Repelita.id

22 August 2026 23:23 WIB

Dituduh Terlibat Upaya Gembosi Prabowo Demi Uang, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Honor Saya Cukup
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menepis tudingan yang menyebut dirinya melakukan berbagai manuver politik demi keuntungan finansial.

Bantahan tersebut disampaikannya untuk merespons tuduhan pencarian uang hingga anggapan sengaja mendongkrak popularitas demi menggembosi posisi Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

Besaran pendapatan yang diterima selama menjabat dinilai sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Bahkan katanya sampai ada tuduhan ke saya melakukan itu semua demi uang. Ampun deh, Pak. Honor saya sudah cukup, Pak. Ngapain saya harus nyari-nyari yang begini-beginian," kata Dedi.

Dukungan nyata terhadap kelancaran agenda nasional dinilai lebih efektif ditunjukkan melalui pemenuhan tugas pokok dan fungsi kepemimpinan daerah.

Pihaknya memilih fokus menjalankan roda pemerintahan di Jawa Barat agar memberikan dampak langsung bagi kemajuan pembangunan secara nasional.

"Kalau saya ya bekerja dengan baik sebagai gubernur, Pak. Karena bekerja dengan baik sebagai gubernur, maka akan berdampak pada pembangunan nasional," ujarnya.

Sektor ketahanan pangan menjadi salah satu fokus nyata yang dijalankan guna menyokong target prioritas dari pemerintah pusat.

"Salah satu contoh. Pak Prabowo sangat menginginkan swasembada pangan. Oh saya tiap hari bertani, Pak. Menanam padi, panen," kata Dedi.

Upaya mandiri dalam menyokong kebutuhan energi masyarakat sekitar juga terus dilakukannya melalui pengelolaan potensi peternakan.

"Pak Prabowo ingin swasembada energi, secara pribadi saya tiap hari mengalirkan gas ke rumah-rumah warga melalui peternakan yang saya miliki. Di lain pihak saya bekerja sebagai gubernur agar pemerintahan ini berhasil," tambahnya.

Penjelasan tersebut mengemuka usai pengamat politik Said Didu menyebut adanya informasi internal mengenai dugaan keterlibatan Dedi dalam kelompok peta politik tertentu.

"Ada segitiga SSB: Singapura, Solo, Bandung," ujar Said Didu.

Informasi mengenai dugaan peta aliansi politik tersebut diakui diperoleh dari pergerakannya di lapangan serta masukan dari berbagai pihak.

"Ah, banyak sekali informasi saya yang sudah dapat sampai saat ini dipasok lihat sama kalangan-kalangan di dalam ya. Saya kan tiap hari muter aja ke mana-mana dapat informasi. Nah, dan tanda-tandanya sangat jelas," katanya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung