Berita, Nasional

Disinggung Aliran Dana ke Gus Yaqut, Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur: No Comment, Bahaya Kamu

Repelita.id

19 June 2026 01:28 WIB

Disinggung Aliran Dana ke Gus Yaqut, Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur: No Comment, Bahaya Kamu
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pimpinan PT Makassar Toraja, Fuad Hasan Masyhur, memilih bungkam saat dikonfirmasi mengenai dugaan suap terkait kuota haji tahun 2023-2024.

Ia baru saja merampungkan pemeriksaan selama tujuh jam di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

ADVERTISEMENT

Penyidik mencecar Fuad dengan berbagai pertanyaan seputar keterlibatan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dalam skandal penambahan kuota haji tersebut.

Saat awak media menanyakan perihal aliran dana dari Direktur Operasional Maktour kepada mantan menteri yang akrab disapa Gus Yaqut, Fuad tampak enggan memberikan jawaban tegas.

"No comment deh, jangan, ini bahaya kamu. Saya khawatir, ah. Karena tidak pernah ada pernyataan itu," ujar Fuad seraya bergegas meninggalkan lokasi.

Meski demikian, ia sempat membantah adanya praktik transaksi uang untuk memperoleh kuota haji tambahan sebelum keluar dari area gedung.

"Saya pastikan tidak ada. Tidak ada transaksi, tidak ada," tegasnya singkat.

Sebelumnya, Fuad sempat dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik dengan alasan sedang menunaikan ibadah haji serta kondisi kesehatan yang kelelahan.

Kasus korupsi ini telah menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz, yang kini telah mendekam di tahanan.

Penyidikan lebih lanjut juga menyeret dua tersangka dari sektor swasta, yakni Direktur Operasional Maktour Travel, Ismail Adham, dan Komisaris PT Raudah Eksati Utama, Asrul Azis Taba.

Keduanya telah ditahan oleh lembaga antirasuah sejak Senin, 8 Juni 2026, guna mendalami peran pihak travel dalam pengaturan kuota haji ilegal. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung