Repelita [Jakarta] - Purnawirawan perwira tinggi bintang tiga kepolisian kembali melontarkan protes terbuka atas dugaan upaya pembusukan nama baik yang mendera dirinya.
Panggilan pemeriksaan dari satuan khusus pemberantasan korupsi institusi bayangkara menjadi pemicu kemunculan sang jenderal sepuh ke ruang publik.
ADVERTISEMENT
Melalui saluran siniar digital miliknya, figur senior tersebut menuding penanganan perkara yang menyasar dirinya sarat dengan rekayasa sistematis.
Surat panggilan permintaan keterangan diterima bersangkutan menyusul rangkaian laporan administratif yang bergulir dalam waktu relatif singkat.
"Hanya dalam tempo dua minggu, penyelidik di sini sudah menarik kesimpulan untuk mengundang saya memberikan klarifikasi," ujar Oegroseno, Minggu (26/7/2026).
Materi pemeriksaan menyoroti kebijakan masa lampau terkait alih status aset tanah asrama kepolisian di kawasan selatan ibu kota serta proyek perluasan fasilitas pendidikan.
Pihak terlapor lantas membeberkan kronologi sebenarnya guna meluruskan duduk perkara agar tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat.
Prosedur pengalihan aset negara kepada pemerintah daerah kala itu ditujukan demi mendukung kelancaran proyek transportasi massal ibu kota.
Regulasi perundang-undangan memastikan bahwa pelimpahan barang milik instansi antarpemerintah dilakukan tanpa pungutan biaya sepeser pun.
Seluruh panitia ad hoc yang bekerja pada masa itu telah menjalankan tugas sesuai koridor hukum serta lolos dari temuan audit lembaga pengawas internal maupun eksternal.
Tudingan adanya pengeluaran fiktif terkait pengadaan lahan pengganti di dataran tinggi priangan parahyangan turut dibantah secara tegas.
Perluasan lahan institusi pendidikan kepolisian tersebut murni memanfaatkan dana hibah pemda setempat dengan pengawalan tim penilai independen.
Rekam jejak integritas masa lalu turut diungkapkan tatkala dirinya dengan tegas menolak segala bentuk pemberian gratifikasi dari pihak ketiga.
Upaya penggiringan opini negatif tersebut diyakini sengaja diciptakan untuk merusak reputasi bersih yang selama ini dijaganya.
Kendati demikian, sikap ksatria ditunjukkan dengan komitmen penuh untuk tetap kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan penegak hukum.
"Saya akan ikuti prosesi ini. Tugas polisi sebagai insan Tribrata dan Catur Prasetya harus tetap ditegakkan," pungkasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok