Repelita Jakarta - Tokoh publik sekaligus pegiat literasi asal Mojokerto, Hasyim Muhammad, melontarkan pandangan agar mantan pemimpin ibu kota bersikap lebih agresif demi menjaga eksistensi politik menjelang pemilu mendatang.
Pandangan tersebut menyoroti kebutuhan figur potensial untuk aktif memunculkan isu strategis guna mendongkrak popularitas di tengah dominasi pemegang kekuasaan yang memiliki akses langsung terhadap instrumen negara.
ADVERTISEMENT
Tanggapan tersebut dibagikan secara terbuka melalui akun media sosial X miliknya pada Senin, 30 Agustus 2026.
Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @HasyimMuhammad
yang berisi ulasan mengenai peta kekuatan tokoh nasional.
Seperti yang saya bilang di tulisan saya sebelumnya, Gibran tak akan diam saja.
Modal kursi wapres akan terus dimanfaatkan untuk menaikkan elektabilitas
Ulasan tersebut juga menyinggung hilangnya panggung politik serta minimnya aktivitas strategis yang digeluti sang tokoh pascakontestasi sebelumnya.
Di sisi lain, Anies Baswedan saat ini kehilangan panggung.
Bahkan nggak punya kerjaan, kata Pandji.
Jika ingin mempertahankan -bahkan menaikkan- elektabilitasnya, Anies harus kreatif "cari gara-gara" biar muncul terus di media
Karakter santun yang selama ini melekat dinilai menjadi hambatan tersendiri karena membuat posisinya mudah tenggelam dari sorotan media massa.
Saran konkret diberikan agar sosok tersebut berani memimpin aksi unjuk rasa langsung di lapangan serta menunjukkan sikap emosional yang tegas di hadapan massa.
Saya kasih contoh kalimat yang bisa dipakai Anies saat pegang mikrofon di tengah demonstran, "Maaf, kesabaran saya sudah habis.
Saya tak bisa lagi memakai cara seperti biasa.
Kondisi sudah sangat keterlaluan.
Betapa bodohnya kita jika diam melihat kondisi negara seperti ini!"
Langkah provokatif retoris tersebut dipandang bukan sekadar urusan benar atau salah, melainkan metode praktis untuk menarik perhatian massa dan membangun basis dukungan.
Perolehan angka survei elektoral lembaga riset Tempo Data Science periode Agustus 2026 menempatkan posisi ketokohan tersebut di bawah figur kepala daerah Jawa Barat.
Sayang banget sih jika Juara 2 Pilpres 2024 sekarang elektabilitasnya tertinggal jauh dari KDM menurut survey Tempo
Pak Anies, apakah Anda sudah nggak mau nyalonin lagi?
Data survei berskala nasional yang melibatkan ribuan responden itu mencatatkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah berada di angka tertentu.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok