Repelita [Jakarta] - Wali Kota Solo, Respati Ardi, memberikan tanggapan atas kritik publik terkait pemasangan baliho ucapan selamat ulang tahun untuk Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Pemasangan reklame yang dianggap sebagai perlakuan khusus bagi satu tokoh tersebut memicu polemik hingga berakhir pada laporan ke pihak berwajib.
Menanganggapi kritik yang dialamatkan kepadanya, Respati menekankan bahwa setiap warga negara memiliki kebebasan untuk menyampaikan pandangan. “Semua orang bebas berpendapat. Ibu saya juga saya pasang berjasa menyekolahkan anaknya,” tegasnya pada Kamis, 3 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
Respati berpendapat bahwa penghormatan kepada tokoh bangsa hanya dilakukan melalui media baliho. Ia menuturkan bahwa Pemerintah Kota Solo secara rutin menyelenggarakan kegiatan apresiasi bagi kontribusi para tokoh nasional.
“Biasa merayakan Bulan Bung Karno. Semua yang pernah memberikan kontribusi besar tentunya kami menghormati semuanya,” jelasnya. Terkait dugaan penggunaan fasilitas negara, ia menegaskan bahwa baliho tersebut dibiayai menggunakan kocek pribadi.
Ia menjelaskan bahwa kontrak sewa reklame tersebut hanya dilakukan dalam durasi singkat selama lima hari. "Saya sewa. Memang saya sewa pada waktu beliau ulang tahun. Iya saya sewanya kan (5 hari)," ungkapnya.
Polemik ini kian memanas setelah LBH Mega Bintang melaporkan Respati ke Kejaksaan Negeri Surakarta atas dugaan izin resmi. Merespons hal tersebut, Respati berkomitmen untuk kooperatif dan menghargai seluruh tahapan hukum yang sedang berjalan.
“Tentunya kami mematuhi prosesnya. Kita akan mengikuti ketentuan yang berlaku. Kita menghormati proses tersebut. Terima kasih sekali,” tuturnya. Ia mempersilakan aparat penegak hukum untuk mengaudit materi maupun sumber dana yang digunakan dalam pemasangan baliho tersebut.
“Bisa dicek materi-materinya. Silakan. Nanti kita hormati prosesnya,” tutupnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok