Berita, Nasional

Diduga Ada Kelompok Bayaran Suarakan Mbg Grib Terpancing Dan Ciptakan Kekerasan

Repelita.id

31 August 2026 17:31 WIB

Diduga  Ada Kelompok Bayaran Suarakan Mbg Grib Terpancing Dan Ciptakan Kekerasan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pemerhati masalah intelijen senior memaparkan analisis mendalam mengenai anomali di balik gelokan kerusuhan unjuk rasa yang sempat melumpuhkan aktivitas warga ibu kota beberapa waktu lalu.

Pemaparan kritis tersebut diungkapkan oleh sosok pengamat militer purnawirawan melalui rekaman wawancara eksklusif yang disiarkan lewat saluran internet digital bertajuk forum diskusi publik.

ADVERTISEMENT

Mantan pejabat penasihat organisasi kemasyarakatan tersebut menyoroti adanya kemiripan pola anarkis yang teramat kentara antara insiden bentrokan akhir Agustus ini dengan peristiwa serupa tahun sebelumnya.

Skema provokasi terstruktur yang digerakkan oleh pihak tertentu sebelum massa turun ke aspal jalanan diuraikan melalui kutipan kalimat asli yang disampaikan oleh narasumber secara lugas.

Pakar intelijen tersebut menjelaskan analisisnya lewat kutipan kalimat yang berbunyi, Kita ee saya akan mengawali ini dengan mencoba membandingkan dengan ee aksi demo 25 Agustus tahun 2025 kenapa saya bilang ee saya perlu ini ee kepada publik ya menyampaikan kepada publik karena apa karena ada kesamaan ya kesamaan pola antara aksi 25 Oktous tahun 2005 dengan 27 Agustus 2006.

Ia membeberkan bahwa skenario kerusuhan selalu dimulai dengan mundurnya kelompok demonstran murni yang kemudian disusul oleh masuknya elemen penyusup guna menciptakan kekacauan di fasilitas umum.

Taktik kotor pembakaran pos penjagaan aparat penegak hukum yang sengaja direkayasa untuk memancing kehadiran massa dalam skala lebih besar dipaparkan lewat kutipan kalimat berikutnya.

Kutipan kalimat dari narasumber tersebut berbunyi, Pola aksinya adalah membakar fasilitas polisi kos polisi ini hanya untuk menciptakan isu bahwa kondisi keamanan tidak terkendali sehingga akan memancing ee kelompok-kelompok massa lain untuk hadir.

Selain menyoroti pola kerusuhan, ia turut mempertanyakan keterlibatan kelompok ormas swakarsa tertentu yang justru memperkeruh situasi di lapangan hingga berujung pada jatuhnya korban jiwa.

Dugaan adanya motif afiliasi politik terselubung di balik pergerakan kelompok massa berseragam ormas tersebut diungkapkan melalui kutipan pernyataan tegas yang disampaikannya.

Pernyataan tajam mengenai loyalitas kelompok tersebut disampaikan melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Di sini kita akan melihat ke mana loyalitas grip h ya itu diberikan tentunya kepada Prabowo saya juga pernah menjadi penasihat Grib Jaya pola aksinya adalah membakar fasilitas polisi.

Sorotan keras turut diarahkan kepada lembaga legislatif yang terkesan abai dan membiarkan aksi unjuk rasa kelompok daerah tertentu bergulir tanpa penanganan pencegahan yang memadai.

Kritik terhadap sikap parlemen yang seolah sengaja membiarkan eskalasi politik memanas ditegaskan kembali lewat kutipan kalimat yang diucapkan oleh pengamat intelijen tersebut.

Kutipan kalimat kritik terhadap dewan perwakilan rakyat itu berbunyi, Jelas ini menjadi tanda tanya buat saya kenapa dibiarkan Pati itu melaksanakan aksi demo yang diduga akan dimanfaatkan oleh banyak pihak arti kan DPR juga membiarkan ini sehingga terjadi situasi yang tidak bisa dikendalikan.

Menutup rangkaian analisis mendalamnya, ia mendesak kepala negara agar segera mengusut tuntas keterlibatan para dalang kerusuhan serta berpesan kepada mahasiswa agar menjaga independensi gerakan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung