Repelita Jakarta - Jalannya persidangan perkara pembuktian dokumen kelulusan milik mantan kepala negara di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dilaporkan kian memanas setelah memicu perdebatan sengit antarpihak yang bersengketa.
Suasana pemeriksaan saksi kunci yang diwarnai ketegangan serta ancaman jeratan hukum di hadapan majelis hakim tersebut bergulir pada hari Kamis tanggal 22 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
Informasi mengenai jalannya sengketa keabsahan berkas kelulusan itu disebarluaskan secara berkala oleh akun media sosial @paltiwest melalui unggahan narasi terbarunya.
Akun media sosial tersebut membeberkan kronologi awal mula mencuatnya polemik keabsahan berkas kelulusan sekolah yang dipersoalkan di muka sidang pengadilan.
Pengguna akun @paltiwest menulis Pengurus DPP PSI ini yang awalnya posting ijazah Jokowi yang asli.. Lalu diteliti oleh Roy Suryo dan Dr Tifa ditemukan Ijazahnya banyak kejanggalan..
Lebih lanjut dirinya menyayangkan arah pembahasan materi hukum oleh tim penegak hukum yang dinilai belum menyentuh substansi inti dari objek gugatan sengketa utama.
Cuitan media sosial tersebut memaparkan bahwa Terus kasus ijazah Jokowi masuk persidangan mempersoalkan keaslian fisik ijazah Jokowi yang masih ghaib tapi diakui asli.. Ya sidangnya jadi ngalor ngidul ga jelas..
Di sisi lain saksi kunci yang juga merupakan direktur media sosial partai politik bernama Dian Sandi Utama sempat mengunggah pernyataan sikap yang cukup berani lewat akun @DianSandiU.
Dian Sandi Utama menulis Buat yang ributin fotocopy Ijazah Pak @jokowi yang saya upload pada utas. Biar kalian tenang lebarannya ini saya upload yang asli.
Unggahan berkas gambar tersebut justru memicu lahirnya gelombang kecaman serta ancaman hukuman pidana kurungan dari pihak tim kuasa hukum terdakwa Dokter Tifa.
Pihak penasihat hukum terdakwa dilaporkan sempat melayangkan ancaman tuntutan hukuman kurungan penjara selama 7 tahun terhadap saksi atas tuduhan penyebaran informasi palsu.
Kendati diancam dengan hukuman pidana yang cukup berat saksi Dian Sandi Utama menegaskan kesiapannya untuk menghadapi segala risiko hukum yang akan bergulir.
Dian Sandi Utama memberikan pernyataan tegas melalui sebuah unggahan terpisah dengan menulis Pak Jokowi Pasti Menang!!! Sidang Memanas! Dian Sandi Diancam 7 Tahun Penjara oleh Pihak Dokter Tifa: Seumur Hidup pun Saya Sanggup.
Aksi saling klaim validitas dokumen kelulusan di ranah digital ini pun langsung memicu perang komentar yang cukup sengit di kalangan warganet.
Salah seorang pengguna jaringan internet bernama BudiBT melayangkan kritikan tajam atas keteguhan sikap saksi di hadapan publik lewat akun @Unreg05595157.
Warganet tersebut memberikan sentilan pedas dengan menulis kamu dg Jumawa bilang ini lho saya up ijazah asli,biar tenang lebaran nya warga muslim yg lebaran pun tenang lebaran klo kamu di penjara seumur hidup pun mau ,itu juga bentuk ke 'jumawaan mu gausah pura pura gila ya mas.
Sementara itu warganet lainnya dengan nama akun @FinallyErwin turut memberikan ulasan kritis mengenai asal-usul perolehan dokumen digital tersebut.
Dirinya mempertanyakan dasar keyakinan saksi dengan menulis Lu kan org pertama yg publish ijazah pak jokowi dlm bentuk postingan Twitter. Bahkan di kutipannya dgn pedenya lu bilang asli. Yaudah wajar kalo banyak yg nanya kok lu tau itu asli?(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads