Berita, Timur Tengah

Di Tengah Perang dengan AS, Presiden Iran Ajak Negara Muslim Perkuat Ekonomi Dan Tolak Wilayahnya Dijadikan Pangkalan Konflik

Repelita.id

27 August 2026 21:31 WIB

Di Tengah Perang dengan AS, Presiden Iran Ajak Negara Muslim Perkuat Ekonomi Dan Tolak Wilayahnya Dijadikan Pangkalan Konflik
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengimbau seluruh negara Muslim agar mempererat hubungan di bidang ekonomi demi menghadapi gelombang tekanan dari Pemerintah Amerika Serikat.

Sikap tegas tersebut diutarakan dalam gelaran Konferensi Persatuan Islam Internasional ke-40 pada 27 Agustus 2026 di tengah penerapan sanksi ekonomi terbaru dari Washington.

ADVERTISEMENT

Masoud Pezeshkian menilai kapasitas ekonomi dunia Islam saat ini belum sebanding dengan besarnya populasi serta lokasi strategis yang dikuasai.

Kondisi transaksi perdagangan antarnegara yang terhimpun dalam Organisasi Kerja Sama Islam dipandang masih sangat minim.

Data mencatat angka pengiriman barang ekspor ke sesama anggota Organisasi Kerja Sama Islam baru menyentuh kisaran 19 persen.

Porsi kegiatan perdagangan yang jauh lebih besar justru terjalin dengan pihak luar di luar keanggotaan organisasi tersebut.

Ketimpangan arus perdagangan itu dinilai menghambat optimalisasi potensi pertumbuhan ekonomi di kawasan negara-negara Muslim.

Peningkatan intensitas transaksi jual beli antaranggota dipandang sebagai langkah krusial untuk memperkokoh ketahanan ekonomi bersama.

Upaya konsolidasi ini mengemuka saat Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump memberlakukan pembatasan ekonomi ketat akibat jalan buntu dalam dialog perdamaian.

Ancaman sanksi dari pihak Washington juga dibayangkan kepada negara mana pun yang masih nekat melanjutkan hubungan dagang dengan Teheran.

Selain sektor finansial Presiden Iran menekankan agar kawasan negara Muslim tidak dijadikan pangkalan untuk memicu konflik antarsesama saudara seiman.

Langkah pertahanan diri yang diambil Teheran diklaim sebagai respons atas perlakuan agresi yang lebih dahulu mereka terima.

"Tidak ada negara Muslim yang boleh mengupayakan keamanannya dengan mengorbankan keamanan negara tetangganya," kata Pezeshkian.

Penegasan mengenai pentingnya menjaga kedaulatan wilayah bersama kembali diulangi dalam pidato diplomasinya.

"Wilayah negara Muslim mana pun tidak boleh digunakan untuk melawan negara Muslim lainnya," tukasnya.

Pendekatan keamanan antarnegara tetangga dinilai wajib dibangun tanpa merugikan stabilitas wilayah di sekitarnya.

Penguatan jaringan ekonomi strategis diyakini menjadi fondasi utama dalam membangun kemandirian dunia Islam di masa depan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung