Repelita [Jakarta] - Kamar Dagang dan Industri Indonesia dilaporkan telah mendirikan lebih dari delapan ratus dapur fasilitas Makan Bergizi Gratis di berbagai penjuru tanah air.
Sebagian besar dari fasilitas tersebut bahkan telah berdiri kokoh di kawasan Tertinggal, Terdepan, serta Terluar nusantara untuk memperluas akses gizi.
ADVERTISEMENT
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyampaikan bahwa pengadaan fasilitas tersebut masuk dalam agenda cepat berdaya guna tinggi.
Selain fasilitas makan gratis, organisasi dunia usaha itu turut menginisiasi Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis guna mendongkrak kesejahteraan masyarakat luas.
“Yang pertama adalah Satgas MBG Gotong Royong. Pada hari ini KADIN sudah berkontribusi di 866 dapur, dan 128 di antaranya berada di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar),” ujar Anindya sewaktu pertemuan bersama kepala negara di Istana Negara, Jakarta.
Anindya turut memaparkan pertimbangan mendasar dibentuknya satuan tugas layanan kesehatan cuma-cuma bagi warga.
Pihaknya memandang sektor kesehatan memegang peranan vital dalam memantik efek berganda bagi pertumbuhan perekonomian nasional secara menyeluruh.
“Setiap Rp1 yang dikeluarkan di sektor kesehatan dapat menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp 2 hingga Rp 3,” katanya.
Agenda strategis berikutnya yang menjadi prioritas utama organisasi mencakup peningkatan mutu tenaga kerja migran Indonesia.
Pihak kamar dagang menargetkan ratusan ribu pekerja migran agar mendapatkan program pelatihan serta sertifikasi kompetensi yang jauh lebih mumpuni.
Tidak berhenti sampai di situ, organisasi pengusaha nasional ini juga menggalakkan program perbaikan hunian tidak layak huni bagi rakyat.
Langkah konkret tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap agenda pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok