Berita, Timur Tengah

Detik-detik Gencatan Senjata Berakhir, Iran Siap Buka Kartu Sakti, Dunia Ketar-ketir Takut Perang Jilid II

Repelita.id

21 April 2026 17:59 WIB

Detik-detik Gencatan Senjata Berakhir, Iran Siap Buka Kartu Sakti, Dunia Ketar-ketir Takut Perang Jilid II
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Detik-detik akhir masa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran semakin mendekati batas waktu yang telah disepakati bersama.

Seluruh dunia kini diliputi ketakutan menyusul ancaman perang jilid dua yang siap meletus kapan saja antara dua negara adidaya tersebut.

ADVERTISEMENT

Teheran secara terbuka mengumumkan bahwa mereka akan segera membuka kartu sakti di medan perang jika negosiasi tidak mencapai hasil.

Mohammad Bagher Ghalibaf selaku negosiator utama Iran menyebut bahwa pihaknya tidak akan pernah menerima negosiasi di bawah tekanan dan ancaman.

Ia menegaskan bahwa dalam dua minggu terakhir, Iran telah bersiap penuh untuk menunjukkan kekuatan barunya di medan pertempuran.

Pernyataan ini disampaikan Ghalibaf melalui unggahan di akun X miliknya tanpa menjelaskan secara detail apa yang dimaksud dengan kartu sakti tersebut.

Ketegangan semakin memanas setelah Amerika Serikat kembali mengajak Iran untuk duduk dalam negosiasi putaran kedua di Pakistan.

Ajakan ini dilontarkan setelah proses awal perundingan menemui jalan buntu dan gagal menghasilkan kesepakatan damai.

Washington pun memberi isyarat tekanan dengan mengerahkan kekuatan militer untuk memblokade pelabuhan-pelabuhan strategis di Selat Hormuz.

Sementara itu, para pejabat Iran menyatakan bahwa mereka belum mengambil keputusan final mengenai partisipasi dalam perundingan damai dengan AS.

Mereka sedang mempertimbangkan secara positif namun tetap penuh dengan kehati-hatian dan kewaspadaan.

"Kami tidak memiliki rencana untuk putaran negosiasi berikutnya dan belum ada keputusan yang diambil dalam hal ini," demikian pernyataan resmi dari Teheran.

Ghalibaf juga mengingatkan bahwa perang ketiga yang dipaksakan ini sebenarnya dimulai selama proses negosiasi melalui tipu daya Amerika Serikat.

Ia menambahkan bahwa konflik-konflik sebelumnya juga selalu diawali dengan pembunuhan terhadap para komandan militer Iran di Teheran.

Republik Islam memasuki konflik kali ini dengan bekal pengalaman berharga dari perang 12 hari pada Juni 2025 lalu.

Menurut Ghalibaf, Iran telah menunjukkan keunggulan yang luar biasa dalam hal perencanaan, kualitas, dan pelaksanaan operasi militer.

"Meskipun musuh mungkin tidak mempercayai ini, mereka telah menyaksikannya secara langsung di medan perang," tegasnya.

Pasukan Iran disebut telah berhasil mencegat antara 170 hingga 180 drone selama perang agresi AS-Israel sejak 28 Februari 2026.

Mereka juga menembak jatuh sejumlah jet tempur canggih milik musuh berkat inovasi teknologi pertahanan yang ekstensif.

Ghalibaf menilai bahwa Amerika Serikat dan sekutunya terus salah dalam memperhitungkan kekuatan strategi militer Iran.

Ia memperingatkan bahwa setiap bentuk eskalasi akan memiliki konsekuensi yang sangat berat bagi AS dan negara-negara lain.

Meskipun menginginkan perdamaian yang langgeng, Iran tetap tidak pernah mempercayai Amerika Serikat dalam setiap proses negosiasi.

Dunia kini menunggu dengan cemas apakah gencatan senjata akan diperpanjang atau perang jilid dua benar-benar tak terelakkan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung