Berita, Nasional

Deretan Skandal Besar Nusron Wahid: Dari Kasus Suap Kuansing, Korupsi Kuota Haji hingga ATR/BPN

Repelita.id

23 September 2026 23:05 WIB

Deretan Skandal Besar Nusron Wahid: Dari Kasus Suap Kuansing, Korupsi Kuota Haji hingga ATR/BPN
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Nama Nusron Wahid kini kembali menjadi sorotan publik setelah namanya berulang kali terseret ke dalam pusaran sejumlah kasus rasuah besar yang ditangani lembaga penegak hukum.

Menteri Agraria dan Tata Ruang serta Kepala Badan Pertanahan Nasional tersebut tercatat pernah dikaitkan dengan berbagai skandal mulai dari perkara suap di daerah hingga dugaan korupsi kuota haji nasional.

ADVERTISEMENT

Meskipun menyatakan kesiapan penuh untuk mengikuti proses hukum yang berlaku, bayang-bayang keterlibatan orang-orang terdekatnya terus memicu tanda tanya besar dari berbagai kalangan pengamat.

Kasus terbaru yang menyeret nama institusi yang dipimpinnya bermula dari operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi di wilayah Jabodetabek.

Dalam operasi senyap tersebut, penyidik menyita barang bukti uang tunai senilai lebih dari seratus enam miliar rupiah yang diduga berkaitan dengan pengurusan perizinan Hak Guna Bangunan.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyatakan pihaknya tengah mendalami peruntukan dana fantastis yang disita dari tangan orang-orang dekat sang menteri.

Tentunya uang-uang yang sebesar Rp106 sekian miliar itu untuk penggunaannya nanti akan ditelusuri lagi dalam proses penyidikan ke depan, ucap Taufik pada Rabu 23 September 2026.

Penyidik lembaga antirasuah berupaya menelusuri secara cermat apakah aliran dana haram tersebut turut mengalir untuk membiayai agenda organisasi keagamaan tertentu atau kepentingan pribadi.

Sebelum kemelut pertanahan ini mencuat, rekam jejak Nusron juga sempat dikaitkan dengan kasus dugaan suap pelepasan kawasan hutan yang menjerat bupati nonaktif Kuantan Singingi.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa pemanggilan saksi-saksi kunci selalu disesuaikan dengan urgensi serta tingkat kebutuhan pembuktian yang mendalam oleh tim penyidik di lapangan.

Pemeriksaan saksi tentunya nanti berbasis pada kebutuhan penyidik seperti apa, dan pemeriksaan kemarin pasti akan didalami dulu, ujar Budi pada Jumat 24 Juli 2026.

Alur birokrasi perizinan lahan yang melibatkan koordinasi lintas kementerian tersebut terus diurai guna menemukan titik terang adanya permufakatan jahat dalam program reforma agraria.

Tidak berhenti sampai di situ, bayang-bayang perkara rasuah penyelenggaraan ibadah haji di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta turut menyeret nama politisi senior tersebut.

Jaksa penuntut umum memastikan akan terus menganalisis setiap fakta persidangan yang mengungkap adanya aliran dana ratusan ribu dolar Amerika Serikat untuk memenuhi permintaan pihak tertentu.

Jaksa Penuntut Umum KPK tentu akan telaah dan analisis setiap keterangan yang muncul dalam persidangan, kata Budi pada Rabu 2 September 2026 menegaskan komitmen penegakan hukum.

Hingga saat ini, lembaga antirasuah masih terus merangkai konstruksi perkara secara komprehensif guna memastikan keterlibatan pihak-pihak lain yang menikmati aliran dana korupsi tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung