Repelita [Jakarta] - Kondisi tragis yang dialami YTR (29), seorang perempuan korban penyekapan dan penganiayaan di Bandung, mengundang reaksi keras dari berbagai kalangan publik figur serta tokoh nasional.
Denny Sumargo mengaku sangat terguncang setelah melihat bukti foto luka-luka yang diderita korban saat mengundang pihak keluarga dalam program siniar miliknya pada Minggu (21/6/2026).
ADVERTISEMENT
Ia bahkan meluapkan kemarahan luar biasa dan menyebut perbuatan pelaku sudah melampaui batas kemanusiaan.
"Kondisinya saya dikirimin fotonya nih ada di sini (HP)....saya ngelihatnya patah hati saya," kata Denny.
"Ini kondisinya... ini pelakunya bener-bener kayak binatang ini, mohon maaf ya, saya belum pernah ngomong (seperti ini)...," tambahnya dengan nada emosional.
Dua kakak korban, Afif dan Melanie, dalam kesempatan yang sama memaparkan detail luka mengerikan pada wajah dan mulut korban akibat siksaan menggunakan senjata tajam.
Bahkan, sebagian bibir korban diketahui hilang dan kerusakan parah terjadi pada bagian mata akibat penganiayaan selama tiga tahun penyekapan.
"(Mata) yang sebelah kanan hancur, yang sebelah kiri mengecil," ujar Melanie.
Kecaman serupa datang dari anggota DPR RI, Atalia Praratya, yang menyatakan duka sekaligus amarah mendalam atas tragedi kemanusiaan tersebut.
"Saya Atalia hari ini merasakan duka yang sangat mendalam sekaligus kemarahan yang tidak bisa saya sembunyikan," ucap Atalia.
Ia mendesak pihak kepolisian untuk mengejar pelaku hingga ke mana pun dengan menerapkan hukuman terberat.
"Komisi 8 DPR RI mendesak penerapan pasal berlapis paling berat. Saya meminta dengan sangat kejar pelaku sampai ke ujung dunia manapun. Jangan beri ruang bernafas bagi manusia nir kemanusiaan ini," tegasnya.
Hingga saat ini, pelaku penganiayaan masih berstatus buron dan terus diburu oleh tim Direktorat PPA dan PPO Polda Jawa Barat.
Kepolisian mengakui bahwa tersangka cukup lihai karena sering berpindah-pindah tempat untuk menghindari penangkapan petugas.
"Kepolisian sudah beberapa hari ini berjibaku untuk mencari tersangka," tutur Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus mendalami kasus ini dan menangkap pelaku agar bisa segera mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok