Berita, Nasional

Demo UI, Massa Sempat Cekcok dengan Polisi di Dukuh Atas, Wakil BEM UI: Kita Dengerin Bapak!

Repelita.id

18 August 2026 23:30 WIB

Demo UI, Massa Sempat Cekcok dengan Polisi di Dukuh Atas, Wakil BEM UI: Kita Dengerin Bapak!
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kericuhan skala kecil sempat mewarnai jalannya aksi demonstrasi massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Percekcokan picu ketegangan antara peserta unjuk rasa dan personel kepolisian di lokasi kejadian.

Kejadian bermula ketika seorang anggota polisi menghampiri serta mendatangi mobil berwarna hitam yang melintas di tengah kerumunan.

ADVERTISEMENT

Situasi memanas memancing respons Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra beserta rombongan mahasiswa untuk melerai petugas guna meredam ketegangan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung kemudian turun langsung ke lokasi untuk menenangkan keadaan di tengah kemarahan massa.

"Kita dengerin Bapak! Kita dengerin Bapak! Urusi tuh anak buahnya!" ucap Fathimah kepada Reynold.

Guna meredakan emosi peserta aksi, Kombes Reynold menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakan jajarannya.

"Saya tanggung jawab! Saya tanggung jawab!" jawab Reynold.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan tegas di lapangan diambil guna mencegah terjadinya hambatan arus lalu lintas dan kemacetan parah.

"Jangan mengganggu ketertiban umum!" kata Reynold.

Aparat berkomitmen tetap mengawal jalannya penyampaian aspirasi masyarakat selama pelaksanaan aksi mematuhi aturan hukum.

"Saya akan memberikan rasa aman. Tolong mengerti. Silahkan kalian menyampaikan aspirasi, kami akan menjaga," katanya.

Di sisi lain, massa aksi melayangkan protes keras dan menyayangkan sikap represif petugas yang dianggap menyudutkan mahasiswa.

"Memberikan rasa aman tetapi dengan menyerang kami?" kata salah satu massa.

Dalam unjuk rasa memperingati momen HUT ke-81 RI tersebut, aliansi BEM UI menyuarakan delapan poin tuntutan utama terkait isu korupsi, krisis ekonomi, hingga intervensi aparat.

Ketua BEM UI Yatalathof Imawan menegaskan bahwa gerakan ini menjadi ajang kritik terbuka terhadap arah pemerintahan nasional saat ini.

"Hari ini, sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan? kemerdekaan yang diperjuangkan pendiri bangsa 81 tahun lalu?" tuturnya, Selasa.

Ia menilai kedaulatan masyarakat belum sepenuhnya terwujud di bawah kepemimpinan nasional era Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

"Pemerintahan Prabowo-Gibran telah menunjukkan wajah kekuasaan yang gemar berpidato tentang kedaulatan, tapi lupa menegakkannya," katanya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung