Berita, Nasional

Dari Solo Jokowi Tepis Isu Retak Prabowo-Gibran Soal Kursi Sidang Kabinet, Minta Publik Cek Aturan Keprotokolan

Repelita.id

12 August 2026 18:52 WIB

Dari Solo Jokowi Tepis Isu Retak Prabowo-Gibran Soal Kursi Sidang Kabinet, Minta Publik Cek Aturan Keprotokolan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Mantan Presiden Joko Widodo membantah desas-desus yang menyebutkan adanya ketidakharmonisan hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia menegaskan bahwa jalinan komunikasi serta relasi di antara kedua pimpinan tertinggi negara tersebut masih berada dalam kondisi yang sangat kondusif.

ADVERTISEMENT

"Ya baik-baik saja. Baik-baik saja," kata Joko Widodo saat memberikan keterangan di kediaman pribadinya di Solo.

Penjelasan tersebut disampaikan untuk merespons sorotan publik terkait tata letak kursi Gibran yang tampak tidak berada sejajar dengan Prabowo pada saat gelaran Sidang Kabinet.

Perbedaan susunan tempat duduk dalam forum resmi pemerintah itu sempat menimbulkan berbagai prasangka serta dugaan keretakan di tingkat pimpinan puncak.

Menanggapi hal tersebut Joko Widodo mengimbau seluruh pihak agar mengembalikan permasalahan pengaturan tata tempat acara kenegaraan pada regulasi hukum yang berlaku.

Ia merujuk pada ketentuan teknis yang telah diatur secara mengikat di dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 mengenai Keprotokolan.

"Secara kedudukan wakil presiden secara konstitusional jelas. Dan ada Undang-Undang Keprotokolan juga jelas semua. Diikuti aja," kata Joko Widodo.

Berdasarkan regulasi keprotokolan urutan posisi tempat duduk pejabat negara dalam hajatan resmi telah ditetapkan secara berjenjang mulai dari kedudukan Presiden lalu diikuti oleh Wakil Presiden.

Meskipun pasal terkait tidak memuat aturan terperinci mengenai kewajiban posisi bangku yang harus sejajar Joko Widodo meminta publik mempelajari aturan resminya secara mandiri.

"Udah jelas semua. Ya coba dibaca aturannya," kata Joko Widodo.

Mantan kepala negara tersebut meminta agar isu perihal kerenggangan hubungan pimpinan nasional tidak diposisikan secara berlebihan di tengah masyarakat. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung