Berita, Nasional

Dari Kudeta Senyap hingga Pernyataan Budi Arie, Said Didu: Jokowi Tidak Benar-benar Rela Melepas Kekuasaannya

Repelita.id

27 August 2026 22:35 WIB

Dari Kudeta Senyap hingga Pernyataan Budi Arie, Said Didu: Jokowi Tidak Benar-benar Rela Melepas Kekuasaannya
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pegiat media sosial sekaligus mantan Sekretaris BUMN Said Didu kembali melontarkan kritik pedas yang membidik langsung mantan Presiden Joko Widodo.

Sorotan tajam tersebut mengarah pada indikasi bahwa sang mantan kepala negara dinilai masih menyimpan hasrat kuat untuk terus mencengkeram kekuasaan di ranah pemerintahan.

ADVERTISEMENT

Melalui unggahan di media sosial X pribadinya, Said Didu menegaskan bahwa dinamika politik yang terjadi saat ini sudah ia prediksi sejak awal.

Ia menggarisbawahi sikap Jokowi yang dianggap tidak pernah benar-benar ikhlas menyerahkan pimpinan nasional kepada pihak mana pun.

Bahkan untuk pimpinan negara saat ini, yakni Presiden Prabowo Subianto, pengalihan kekuasaan itu dinilainya tidak pernah secara tulus diberikan.

“Sejak awal kita sudah bisa pastikan bahwa Jokowi tidak pernah rela melepaskan kekuasaan kepada siapa pun - termasuk ke Prabowo,” tulisnya melalui akun X @msaid_didu pada Kamis 27 Agustus 2026.

Said Didu turut memaparkan kronologi analisis politiknya guna memperkuat tudingan terkait manuver mantan presiden tersebut.

Pada pertengahan bulan ini, ia mengaku telah membaca adanya indikasi pergerakan politik secara tertutup yang berpotensi mengguncang pemerintahan baru.

“18 Agustus 2026, Manusia Merdeka menganalisis bahwa sepertinya ada “kudeta senyap” menjelang 2 (dua) tahun pemerintahan Prabowo,” ungkapnya.

Menurut pandangannya, dugaan mengenai pergerakan politik terselubung itu akhirnya terbukti secara terbuka melalui celotehan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi.

“25 Agustus 2026, kebenaran analisis tersebut terjawab dari pernyataan Budi Arie pada meeting mereka bersama Jokowi tanggal 24 Agustus 2026,” tuturnya.

Sebelumnya, rekaman video yang memperlihatkan Budi Arie Setiadi tengah berbicara di samping Joko Widodo beredar luas dan mendadak memicu kontroversi.

Dalam pertemuan itu, Budi Arie secara terbuka mewacanakan skenario bahwa usia pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berpeluang berakhir lebih cepat dari jadwal konstitusional 2029.

Ia membeberkan firasat politiknya secara langsung di hadapan Jokowi mengenai potensi perubahan iklim kepemimpinan nasional yang berlangsung lebih awal.

“Tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, ‘Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?’ Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029,” kata Budi dalam video tersebut.

Ia lantas melayangkan pertanyaan provokatif kepada para pendukung yang hadir guna melempar wacana percepatan masa jabatan tersebut.

“Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, gak?” ujarnya.

Pertanyaan tersebut seketika disambut seruan kompak dari para hadirin di lokasi pertemuan.

“Siap!”

Budi Arie kemudian menyangkutpautkan potensi gejolak politik itu dengan faktor tekanan ekonomi serta keresahan sosial di tengah masyarakat.

Ia bahkan mengungkit kilas balik gelombang Reformasi 1998 sebagai analogi atas perubahan peta politik yang dapat terjadi secara mendadak.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung