Berita, Nasional

Daftar Korban Bertambah, Empat Calon Manajer KDKMP Meninggal dalam Masa Pendidikan Militer

Repelita.id

27 June 2026 22:54 WIB

Daftar Korban Bertambah, Empat Calon Manajer KDKMP Meninggal dalam Masa Pendidikan Militer
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Korban jiwa kembali bertambah dalam pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia atau SPPI yang menargetkan posisi manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.

Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dilaporkan meninggal dunia setelah menderita gangguan kesehatan serius saat menjalani pelatihan di Satuan Pendidikan Yon Para Raider 465.

ADVERTISEMENT

Peristiwa duka ini tercatat sebagai kematian keempat dari rangkaian peserta yang mengikuti pendidikan sepanjang tahun 2026.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, memaparkan bahwa Rifki sempat mengeluhkan sesak napas pada Kamis, 25 Juni 2026.

Meskipun sempat mendapatkan penanganan medis awal dan kondisinya tampak membaik, kondisi kesehatan peserta tersebut menurun drastis beberapa jam kemudian.

Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa di Jakarta Timur untuk menerima perawatan darurat di ruang ICU.

“Setelah dirujuk ke rumah sakit, almarhum segera mendapatkan penanganan medis secara intensif oleh tim dokter, termasuk perawatan di ruang ICU,” ungkap Rico dalam keterangan tertulisnya.

Upaya medis yang dilakukan tim dokter tidak mampu menyelamatkan nyawanya hingga ia dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB.

Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan secara optimal, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB, tuturnya.

Pihak Kementerian Pertahanan mengeklaim bahwa mendiang Rifki telah melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan ketat dan dinyatakan memenuhi syarat sebelum memulai pendidikan.

Sebagai bentuk tanggung jawab, memastikan adanya pendampingan bagi keluarga mulai dari pengurusan jenazah hingga memberikan hak-hak peserta.

Menanggapi rentetan kematian ini, otoritas terkait berkomitmen untuk segera melaksanakan evaluasi komprehensif terhadap seluruh mekanisme penyelenggaraan program tersebut.

“Sehubungan dengan kejadian ini, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program SPPI,” jelas Rico.

Cakupan evaluasi tersebut meliputi pembenahan proses skrining medis, optimalisasi pengawasan tenaga kesehatan di lapangan, serta perbaikan prosedur darurat.

Sebelum Rifki, tiga peserta lainnya yakni Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, dan Novia Rahmadhani Sihotang telah lebih dulu wafat saat mengikuti latihan dasar kemiliteran.

Meskipun seluruh korban dipastikan telah lulus tahapan seleksi awal, fenomena gugurnya para peserta di tengah pelatihan memicu desakan masyarakat untuk segera membenahi program SPPI. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung