Berita, Nasional

Connie Rahakundini Semprot Seskab Teddy soal Sindiran Masa Jabatan Dino Patti Djalal, Dinilai Picu Keriuhan

Repelita.id

04 June 2026 22:41 WIB

Connie Rahakundini Semprot Seskab Teddy soal Sindiran Masa Jabatan Dino Patti Djalal, Dinilai Picu Keriuhan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kecaman mendalam dilemparkan oleh pakar strategi pertahanan nasional Connie Rahakundini Bakrie atas respons kontroversial yang ditunjukkan oleh Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya di ruang publik.

Ketegangan administrasi tersebut memuncak usai sang perwira menengah menyindir masa bakti mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal yang disebutnya cuma berlangsung seumur jagung saat berdebat soal intensitas perjalanan internasional kepresidenan.

ADVERTISEMENT

Langkah defensif dari tangan kanan istana itu seketika memicu gelombang perdebatan sengit di jagat maya lantaran dianggap melenceng jauh dari esensi pokok yang disuarakan oleh sang diplomat senior.

Melalui tayangan video klarifikasi yang disebarluaskan lewat akun media sosial pribadinya Connie secara terbuka mempertanyakan urgensi moral di balik penyebutan durasi jabatan tersebut.

"Apa harus ya ngomong jabatannya hanya tiga bulan?" ujar Connie dalam video tersebut.

Intelektual bidang militer ini menilai riak polemik yang meluas mencerminkan rapuhnya sistem komunikasi kehumasan otoritas pusat yang seharusnya mengedepankan keterbukaan data riil daripada menyerang karakter personal individu.

Dirinya pun menyitir keberatan yang sebelumnya sempat diutarakan oleh aktivis Gun Romli mengenai adanya indikasi ketidakakuratan rincian informasi yang dipaparkan dalam pembelaan pihak istana tersebut.

Connie menekankan bilamana terdapat kekeliruan narasi di tengah publik maka kewajiban kementerian terkait adalah meluruskannya dengan basis pembuktian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Ia menyayangkan sikap reaktif aparatur negara yang justru mengarahkan diskursus kebijakan luar negeri menjadi ajang sentimen pribadi terhadap tokoh sipil yang melempar masukan.

Sebagaimana diketahui tensi pembicaraan bermula tatkala Teddy menyanggah evaluasi Dino Patti Djalal mengenai tingginya intensitas lawatan luar negeri Presiden Prabowo Subianto dengan bumbu sindiran tajam.

Kendati sempat memuji rekam jejak diplomasi sang mantan duta besar namun sang sekretaris kabinet menggarisbawahi bahwa kesempatan Dino memimpin kementerian luar negeri kala itu hanya berkisar sembilan puluh hari saja.

Respons bernada konfrontatif tersebut seketika membelah opini publik antara loyalis penguasa yang menganggapnya sebagai pemaparan linimasa sejarah dengan barisan oposisi yang menilainya tidak kontekstual.

Imbas dari gesekan narasi ini perbincangan di media sosial justru bergeser menjadi komparasi total atas kematangan pengalaman dunia diplomasi internasional yang telah dilakoni Dino selama puluhan tahun.

Sejumlah analis tata negara menyarankan agar setiap kritik yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan anggaran publik sewajarnya ditanggapi menggunakan argumen kinerja yang rasional serta terukur.

Sebaliknya model klarifikasi yang terlalu mengeksploitasi latar belakang atau status sosial pengkritik dinilai hanya akan mengaburkan substansi pengawasan jalannya roda pemerintahan demokratis.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung