Berita, Nasional

Connie Rahakundini Bongkar Krisis Kenegaraan Soroti Pembangunan Proyek Nikel Rusak Lingkungan Suku Bajo

Repelita.id

15 October 2026 15:18 WIB

Connie Rahakundini Bongkar Krisis Kenegaraan Soroti Pembangunan Proyek Nikel Rusak Lingkungan Suku Bajo
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie bersama Bambang Widjojanto menyoroti situasi krisis kenegaraan serta arah masa depan Indonesia di tengah memanasnya dinamika politik nasional.

Melalui rekaman diskusi yang disiarkan oleh kanal YouTube Simpul Politik pada Kamis, 15 Oktober 2026, Connie Rahakundini Bakrie membeberkan keprihatinannya mengenai tata kelola pemerintahan yang dinilai mengabaikan riset.

ADVERTISEMENT

Menurut pemaparan Connie Rahakundini Bakrie, esensi bernegara saat ini sudah terlalu jauh bergeser dari pemenuhan kepentingan nasional jangka panjang dan hanya berorientasi pada siklus kontestasi pemilu terdekat.

Dalam dialog tersebut, Connie Rahakundini Bakrie menceritakan momen saat dirinya berdiskusi langsung dengan Dasco di hadapan beberapa tokoh nasional seperti Feri Amsari serta Akbar Faizal.

Momen perbincangan itu sempat direkam oleh salah satu pihak hingga menjadi viral di jagat maya, yang kemudian memicu kemarahan dari salah seorang menteri kabinet akibat penyampaian kritik tersebut.

Connie Rahakundini Bakrie menilai adanya tendensi buruk di lingkungan elite pemerintahan di mana para pembantu presiden kerap tidak siap menerima kabar buruk serta masukan yang bersifat korektif.

Ia mengibaratkan fenomena kepemimpinan nasional saat ini menyerupai kisah tentang seorang raja yang telanjang karena sang pemimpin dikelilingi oleh pihak-pihak yang gemar memanipulasi informasi demi menjaga suasana hati.

Lebih lanjut, Connie Rahakundini Bakrie juga mengkritisi program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang terindikasi memboroskan alokasi anggaran belanja negara tanpa adanya uji coba yang matang di daerah.

Saksi mengutarakan keheranannya atas kemunculan kementerian dan badan baru yang memiliki otoritas dana sangat besar hingga mampu menghabiskan anggaran sebesar satu triliun rupiah dalam satu hari saja.

Kondisi tersebut dinilai berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan di mana Indonesia masih mengalami defisit anggaran pendidikan serta kekurangan fasilitas gedung sekolah yang memadai.

Selain isu efisiensi keuangan negara, krisis lingkungan hidup akibat masifnya proyek pertambangan nikel di beberapa wilayah adat turut menjadi pemicu utama bergeraknya gelombang protes mahasiswa.

Connie Rahakundini Bakrie mencontohkan nasib memprihatinkan dari masyarakat suku Bajo yang terpaksa harus tergeser dari habitat aslinya sejauh dua puluh kilometer akibat dampak polusi industri tambang.

Diskusi tersebut menyimpulkan bahwa demokrasi di Indonesia sedang mengalami kemunduran serius karena aparatur negara justru sibuk memerangi opini kritis dari para akademisi, guru besar, dan elemen kampus.

Di akhir pernyataan, Connie Rahakundini Bakrie mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk berani mengambil risiko tidak disukai demi melahirkan kebijakan yang murni berpihak pada kemandirian bangsa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung