Berita, Ekonomi

CNG 3 Kg Disiapkan Jadi Lawan LPG, Bahlil Target Uji Coba Tiga Bulan

Repelita.id

05 May 2026 21:45 WIB

CNG 3 Kg Disiapkan Jadi Lawan LPG, Bahlil Target Uji Coba Tiga Bulan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pemerintah secara agresif menyiapkan gas alam terkompresi (CNG) sebagai "lawan" utama LPG 3 kilogram melalui uji coba modifikasi tabung berukuran kecil yang ditargetkan rampung dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan .

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan langkah ini diambil karena ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang mencapai 75 hingga 80 persen dari total kebutuhan nasional, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar 1,6-1,7 juta ton per tahun .

ADVERTISEMENT

Bahlil menjelaskan bahwa tantangan utama dari pengembangan CNG skala rumah tangga terletak pada aspek teknis karena tekanan gas CNG mencapai 200 hingga 250 bar, jauh lebih tinggi dibandingkan LPG sehingga memerlukan modifikasi tabung yang presisi .

“Untuk ukuran 3 kilogram, tabungnya masih dalam tahap uji coba karena tekanannya cukup besar. Dalam dua hingga tiga bulan ke depan kami harapkan sudah ada hasilnya,” ujar Bahlil usai menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026) .

Ia menambahkan bahwa CNG sebenarnya bukan teknologi baru karena telah dimanfaatkan secara luas di sektor perhotelan, restoran, hingga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun penggunaannya masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram .

Dari sisi ekonomi, hasil kajian awal pemerintah menunjukkan bahwa CNG diprediksi 30 hingga 40 persen lebih murah dibandingkan LPG karena seluruh bahan bakunya berasal dari sumber gas alam domestik dan tidak memerlukan biaya transportasi impor yang mahal .

Bahlil memperkirakan jika konversi ini berhasil dilakukan secara nasional, Indonesia mampu menghemat devisa hingga Rp130 triliun hingga Rp137 triliun per tahun yang sebelumnya terkuras untuk impor LPG .

Keunggulan CNG lainnya, lanjut Bahlil, adalah pasokan gas alam dalam negeri yang melimpah, termasuk ditemukannya cadangan gas baru yang besar di Kalimantan Timur yang dapat dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga .

Pemerintah juga masih membuka peluang pemberian subsidi untuk CNG 3 kilogram jika nantinya benar-benar menggantikan peran gas melon, dengan mekanisme dan volume subsidi yang masih dalam tahap pengkajian .

Perbedaan mendasar antara CNG dan LPG terletak pada komposisi bahan baku di mana gas alam Indonesia didominasi metana (C1) dan etana (C2), sementara LPG memerlukan propana (C3) dan butana (C4) yang kandungannya relatif kecil di dalam negeri .

Bahlil menegaskan bahwa apabila hasil uji coba dalam dua hingga tiga bulan ke depan dinyatakan layak dan aman, pemerintah akan segera memulai proses konversi bertahap dari LPG ke CNG untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga secara lebih mandiri dan efisien .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung