Berita, Nasional

Chusnul Chotimah Respons Rustam Effendi: Ternyata Bukan Saya Saja yang Nilai Jokowi Sen Kanan Belok Kiri

Repelita.id

06 September 2026 21:24 WIB

Chusnul Chotimah Respons Rustam Effendi: Ternyata Bukan Saya Saja yang Nilai Jokowi Sen Kanan Belok Kiri
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tanggapan terbuka disampaikan oleh tokoh pegiat media sosial @ChusnulChotimah

terkait kritik keras yang dilontarkan oleh seorang aktivis senior era sembilan puluhan bernama Rustam Effendi kepada mantan kepala negara Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

Pernyataan dari @ChusnulChotimah

tersebut dipublikasikan pada hari Minggu tanggal enam bulan September tahun dua puluh enam setelah menyimak pandangan sang aktivis terhadap penguasa terdahulu.

Melalui tanggapannya, figur publik dunia maya itu merasa heran sekaligus menemukan kesamaan pandangan dengan pihak lain yang selama ini kerap melayangkan sorotan tajam kepada sang mantan presiden.

Lengkap juga ya? Ternyata bukan saya aja yang nilai Jokowi sen kanan belok kiri, ujar @ChusnulChotimah

.

Lebih lanjut, penggiat media sosial tersebut merangkum kembali berbagai tudingan dengan kalimat menohok yang diungkapkan oleh sang aktivis terhadap figur politik nomor satu pada masa lalu.

Aktivis (bilang) Jokowi penipu, pembohong, p3mbunuh, ungkap @ChusnulChotimah

merujuk pada rekaman pernyataan bernada tinggi tersebut.

Sebelumnya, aktivis senior Rustam Effendi memang melontarkan kecaman pedas ketika menanggapi pesan moral dari Joko Widodo ihwal larangan menyalahgunakan kekuasaan atau kesaktian demi mencelakai orang lain.

Kritikus tersebut menilai ada kepincangan makna antara imbauan moral penguasa dengan rekam jejak peristiwa berdarah yang diklaim terjadi selama masa kepemimpinan sang mantan presiden.

Seolah-olah kan kayak dia orang bener gitu, kan. Jadi penguasa kalau berkuasa tidak boleh menekan, membunuh. Padahal dia kan pembunuh yang banyak, ucap Rustam Effendi.

Pihaknya lantas menyeret sejumlah kasus kemanusiaan masa lalu yang menyita atensi publik nasional, mulai dari tragedi Kanjuruhan, petugas pemilu, hingga insiden keamanan tertentu.

KM 50, Bang, Bawaslu, Kanjuruhan, KPPS, ribuan yang dibunuh, Bang. Tapi dengan seolah-olah dia orang bersih, orang baik, berani ngomong begitu, Bang, sambung sang aktivis menegaskan argumennya.

Serangan verbal tersebut terus berlanjut dengan menyoroti dinamika penegakan hukum serta nasib para aktivis penggerak pergerakan yang dinilai mengalami penekanan sepanjang rezim pemerintahan berjalan.

Oh iya, Bang. Semenjak rezim Jokowi, kita tahu, Bang, berapa banyak orang yang meninggal. Dan berapa banyak aktivis yang ditangkap-tangkap, gitu kan, Bang? Termasuk juga anak Soekarno ditangkap juga, papar Rustam Effendi dalam kesempatan serupa.

Berbagai rentetan peristiwa kelam tersebut dijadikan dasar bagi sang aktivis untuk meragukan integritas moral serta citra kebajikan yang kerap ditampilkan oleh sang mantan pemimpin negara.

Ini kan luar biasa orang ini. Tapi seolah-olah hari ini merasa orang yang paling bersih, bicaranya seolah-olah seorang negarawan, padahal kan pembohong orang ini, Bang. Penipu, pembunuh!, tegas kritikus senior itu menambahkan.

Tidak berhenti pada persoalan penegakan hukum, sasaran kritik juga diarahkan pada sejumlah proyek pembangunan infrastruktur strategis nasional yang diklaim sebagai bentuk pengaburan fakta kepada masyarakat.

Proyek pembangunan ibu kota baru, moda transportasi massal cepat, hingga proyek kendaraan nasional turut diseret sebagai deretan kebijakan yang dianggap penuh dengan janji kosong.

Pembohongan apa yang enggak dibohongin dari Jokowi, Bang? IKN, kereta cepat, Esemka, kan pembohongan juga. Luar biasa orang ini. Makanya kami aktivis, nasional maupun daerah, berupaya sepakat untuk menghilangkan dinasti Jokowi, pungkas Rustam Effendi mengakhiri penjelasannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung