Berita, Nasional

Chusnul Chotimah Pertanyakan Respon Raja dan Rakyat NTT Terkait Polemik Gelar Raja Timor Jokowi

Repelita.id

05 August 2026 21:07 WIB

Chusnul Chotimah Pertanyakan Respon Raja dan Rakyat NTT Terkait Polemik Gelar Raja Timor Jokowi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pegiat media sosial Chusnul Chotimah memberikan pandangan kritis terkait penjelasan Raja Liurai Malaka ke-15 Kerajaan Malaka Wehali Kabupaten Malaka Nusa Tenggara Timur Dominicus Kloit Teiseran.

Klarifikasi dari tokoh adat NTT tersebut dinilai Chusnul justru mendatangkan teka-teki anyar mengenai prosedur di balik pertemuan jajaran raja dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

"Drama Jokowi terbongkar. Ternyata Jokowi yang undang para raja, lalu para raja disuruh tanda tangan untuk mengundang Jokowi datang ke NTT," ujar Chusnul.

Ia secara terbuka mempertanyakan motif di balik skema mekanisme persetujuan surat undangan yang ditujukan kepada masyarakat luas tersebut.

"Ini maksudnya apa ya? Apakah untuk menipu rakyat seakan-akan dia datang diundang bukan safari politik?," tukasnya.

Perhatian Chusnul turut tertuju pada wacana yang merebak mengenai kabar penobatan Jokowi sebagai Raja Timor.

Bila agenda tersebut memang bukan prosesi pemberian gelar adat maka wacana yang digulirkan jajaran simpatisan politis seharusnya ditindak secara tegas.

"Lagian Jokowi kan tau acara itu bukan memberi gelar Raja Timor, lalu kenapa dia biarkan kader PSI dan dirinya memainkan isu tersebut?," tutur Chusnul.

Ia menyayangkan tindakan pihak-pihak yang dianggap tidak menaruh rasa hormat terhadap kedudukan serta wibawa para pemangku adat lokal.

"Tujuannya apa? Apa Jokowi dan PSI enggak ada rasa hormat sedikitpun pada para raja?," tambahnya.

Pada bagian akhir keterangannya Chusnul menyatakan rasa herannya melihat respons para tokoh adat serta warga NTT dalam menanggapi polemik tersebut.

"Dan yang saya heran, kok para raja dan rakyat NTT kok enggak marah dipermainkan seperti ini? Mana kehormatan kalian?," tandasnya.

Sebelumnya Dominicus Kloit Teiseran sudah memberikan penegasan bahwa Jokowi tidak diangkat sebagai Raja Timor melainkan sebatas dikukuhkan sebagai Sesepuh di Timor sehingga kekeliruan narasi di publik dapat diluruskan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung