Berita, Timur Tengah

China Dua Kali Peringatkan AS: Bantah Kirim Senjata ke Iran dan Minta Tak Ganggu Selat Hormuz

Repelita.id

15 April 2026 17:57 WIB

China Dua Kali Peringatkan AS: Bantah Kirim Senjata ke Iran dan Minta Tak Ganggu Selat Hormuz
Foto: Istimewa

Repelita Beijing - Pemerintah China dua kali mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait tuduhan pengiriman senjata ke Iran serta kebijakan blokade di Selat Hormuz yang dinilai berbahaya dan tidak bertanggung jawab .

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dengan tegas membantah tuduhan bahwa Beijing memasok peralatan militer ke Tehran, menyebut laporan media tentang hal tersebut sepenuhnya palsu dan merupakan fitnah tanpa dasar .

ADVERTISEMENT

"China selalu bertindak bijaksana dan bertanggung jawab dalam ekspor produk militer, serta menerapkan kontrol ketat sesuai dengan hukum domestik dan kewajiban internasional," tegas Guo dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa, 14 April 2026 .

Ia juga memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat melanjutkan ancaman kenaikan tarif sebesar 50 persen terhadap produk China berdasarkan tuduhan ini, maka Beijing tidak akan tinggal diam dan akan merespons dengan tindakan balasan yang setimpal .

Selain membantah tuduhan suplai senjata, China juga menyoroti kebijakan blokade laut yang diberlakukan AS di Selat Hormuz sejak 13 April 2026 .

Kementerian Luar Negeri China menggambarkan langkah Washington tersebut sebagai tindakan berbahaya, tidak bertanggung jawab, dan hanya akan memperburuk eskalasi konfrontasi di kawasan .

"Penggelapan kapal perang AS untuk memblokade Selat Hormuz adalah tindakan berbahaya yang akan memicu peningkatan ketegangan dan memperlemah gencatan senjata yang sudah rapuh," demikian pernyataan resmi Beijing .

China menegaskan bahwa satu-satunya solusi untuk mengatasi gangguan navigasi di selat tersebut adalah dengan mengakhiri konflik dan mencapai gencatan senjata permanen sesegera mungkin .

Beijing mendesak semua pihak yang bertikai untuk menghormati perjanjian gencatan senjata sementara, kembali ke meja perundingan, dan mengambil langkah konkret untuk meredakan situasi .

Menteri Pertahanan China, Laksamana Dong Jun, juga mengingatkan AS agar tidak ikut campur dalam urusan bilateral Beijing dengan Teheran .

"Kami memiliki perjanjian dagang dan energi dengan Iran. Kami mengharapkan pihak lain untuk tidak ikut campur dalam urusan kami," tegas Dong Jun, seraya menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal-kapal China .

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang memasok hampir 40 persen dari total impor minyak dan 30 persen kebutuhan gas alam cair China, sehingga stabilitas kawasan ini menjadi kepentingan nasional Beijing .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung