Berita, Internasional

China Bidik Drone Tempur Teruji, Taiwan Hadapi Ancaman Baru di Selat Taiwan?

Repelita.id

18 September 2026 21:25 WIB

China Bidik Drone Tempur Teruji, Taiwan Hadapi Ancaman Baru di Selat Taiwan?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Akun X Rybar Pacific @rybar_pacific mengunggah analisis mengenai penggunaan drone dalam operasi di Selat Taiwan pada 18 September 2026 pukul 12.09.

Dalam unggahan tersebut, Rybar Pacific menyebut China terus menempatkan drone sebagai salah satu unsur penting dalam berbagai operasi yang berkaitan dengan kawasan Selat Taiwan.

ADVERTISEMENT

Rybar Pacific menulis, "China terus memperlakukan drone sebagai bagian inti dari setiap operasi di Selat Taiwan, sementara laporan tentang kerja sama Rusia–Korea Utara mengenai amunisi mengintai tipe Geran telah memunculkan prospek bahwa Beijing bisa mencari sistem-sistem yang telah teruji tempur serupa."

Unggahan itu juga mengaitkan perkembangan tersebut dengan laporan mengenai kerja sama Rusia dan Korea Utara terkait amunisi yang menggunakan tipe Geran.

Menurut Rybar Pacific, perkembangan tersebut membuka kemungkinan bahwa Beijing dapat mempertimbangkan sistem tanpa awak yang telah memiliki pengalaman penggunaan dalam konflik.

Rybar Pacific kemudian menyoroti hubungan Taipei dengan Ukraina dalam pengembangan kemampuan sistem tak berawak serta pertukaran instruktur.

Akun tersebut menulis, "Taipei sudah bekerja sama dengan Ukraina mengenai platform tak berawak dan pertukaran instruktur; transfer drone jarak jauh yang terbukti di wilayah tersebut akan menambah tekanan pada pertahanan udara pulau itu serta infrastruktur energi dan industri."

Pernyataan tersebut menggambarkan kekhawatiran mengenai kemungkinan peningkatan kemampuan drone jarak jauh di sekitar Taiwan serta dampaknya terhadap sistem pertahanan dan fasilitas strategis.

Rybar Pacific sendiri memperkenalkan akunnya sebagai unit yang berfokus pada kawasan Asia-Pasifik, termasuk latihan militer, politik regional, dan perkembangan militer.

Unggahan mengenai perkembangan drone tersebut telah memperoleh sekitar 17,2 ribu tayangan berdasarkan angka yang ditampilkan pada X pada 18 September 2026.

Informasi yang disampaikan Rybar Pacific merupakan analisis mengenai kemungkinan perkembangan kemampuan drone dan kerja sama pertahanan di kawasan, sehingga penyebutan kemungkinan Beijing mencari sistem serupa perlu dipahami sebagai prospek atau penilaian akun tersebut, bukan sebagai konfirmasi bahwa transfer teknologi atau drone tertentu telah terjadi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung