Berita, Timur Tengah

CENTCOM: 14 Kapal Berbalik Arah Patuhi Blokade AS di Perairan Iran, AS Fokus ke Pelabuhan Bukan Selat Hormuz

Repelita.id

17 April 2026 20:42 WIB

CENTCOM: 14 Kapal Berbalik Arah Patuhi Blokade AS di Perairan Iran, AS Fokus ke Pelabuhan Bukan Selat Hormuz
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Kamis (15/4/2026) melaporkan bahwa sebanyak 14 kapal telah mengubah haluan sebagai bentuk kepatuhan terhadap blokade angkatan laut AS yang sedang berlangsung di perairan Iran.

“Pasukan AS bersikap fokus, waspada, dan sangat termotivasi saat melaksanakan blokade terhadap kapal-kapal yang mencoba masuk atau keluar dari pelabuhan Iran. Setelah 72 jam dilakukan blokade, 14 kapal telah berbalik arah untuk patuh terhadap pemblokiran atas arahan pasukan Amerika,” tulis CENTCOM melalui unggahan di platform X pada Kamis (15/4/2026).

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine menjelaskan bahwa alih-alih memblokade seluruh Selat Hormuz, Angkatan Laut AS justru memfokuskan diri pada penegakan blokade di garis pantai dan pelabuhan Iran.

“Perlu saya tegaskan. Blokade ini berlaku untuk semua kapal, tanpa memandang kewarganegaraan, yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran. Tindakan AS ini merupakan blokade terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran, bukan blokade terhadap Selat Hormuz,” kata Jenderal Dan Caine dalam konferensi pers pada Kamis (15/4/2026).

Jenderal Caine menambahkan bahwa aksi angkatan laut AS tersebut akan mencakup wilayah perairan teritorial Republik Islam Iran serta perairan internasional di wilayah tanggung jawab lainnya, termasuk Samudra Pasifik.

“Di bawah komando Laksamana Paparo, kami akan secara aktif mengejar setiap kapal berbendera Iran atau kapal mana pun yang mencoba memberikan dukungan material kepada Iran. Ini termasuk kapal armada gelap yang mengangkut minyak Iran,” tambah Caine.

Pada akhir Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran termasuk ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan signifikan serta menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

Pada akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu (11/4/2026), Iran dan AS menggelar pembicaraan diplomatik di Islamabad, Pakistan, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.

Namun, hanya sehari berselang pada Ahad (12/4/2026), Wakil Presiden AS J.D. Vance menyatakan bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan selama negosiasi berlangsung.

Menanggapi kegagalan tersebut, Trump lalu mengumumkan pemberlakuan blokade terhadap semua kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz.

Blokade yang diterapkan AS ini tidak membedakan kewarganegaraan kapal, sehingga semua kapal dari negara mana pun yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran akan terkena sanksi blokade.

Jenderal Caine menegaskan bahwa kapal-kapal yang beroperasi di bawah Komando Indo-Pasifik AS akan terus mengejar kapal berbendera Iran maupun kapal lain yang mencoba memberikan dukungan material kepada Iran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok






TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung