Repelita Jakarta - Jalannya persidangan mengenai gugatan terhadap undang-undang pemilihan umum di Mahkamah Konstitusi mendadak dipenuhi gelak tawa setelah salah satu hakim melayangkan sebuah gurauan spontan.
Kejadian yang mencuri perhatian publik tersebut berlangsung di tengah ruang sidang utama pada hari Kamis, 8 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
Momen jenaka ini berawal ketika salah satu kuasa hukum dari pihak pemohon bernama Syamsul Jahidin menyampaikan amanat langsung di hadapan majelis hakim.
Syamsul Jahidin menyampaikan pesan dari pemohon nomor lima yang menyatakan kekaguman serta rasa hormat yang mendalam kepada salah satu hakim yang bertugas.
Secara khusus, apresiasi tinggi dari salah satu pemohon perkara tersebut ditujukan langsung kepada sosok Hakim Konstitusi Arsul Sani.
Mendengar pernyataan dari perwakilan pemohon tersebut, Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih yang duduk di sebelah langsung memberikan respons dengan nada bercanda.
Enny Nurbaningsih berseloroh bahwa ungkapan simpati serta dukungan dari pihak pemohon tersebut tampaknya bukan diberikan untuk dirinya maupun untuk Hakim Ridwan.
Mendengar tanggapan spontan dari majelis hakim tersebut, Syamsul Jahidin pun segera meluruskan maksud dari ucapan yang disampaikannya agar tidak memicu salah paham.
Syamsul Jahidin menegaskan bahwa seluruh jajaran majelis hakim yang memimpin persidangan pada hari itu tetap mendapatkan rasa hormat yang sama besarnya dari para pemohon.
Melihat situasi ruang sidang yang menjadi cair, Arsul Sani kemudian mengambil kesempatan untuk melontarkan sebuah celetukan ringan terkait posisi calon pemimpin negara.
Candaan spontan yang keluar dari mulut sang hakim konstitusi itu seketika membuat suasana di dalam ruangan sidang menjadi riuh oleh tawa para hadirin.
Potongan rekaman peristiwa menarik di dalam ruang sidang ini menyebar luas di internet setelah diunggah secara resmi oleh kanal YouTube KOMPASTV.
Selain itu, akun media sosial dengan nama pengguna @JCCNetwork ikut membagikan rekaman berdurasi pendek yang memperlihatkan detik-detik interaksi menggelitik tersebut.
Ucapan jenaka yang berhasil memecah ketegangan jalannya persidangan tersebut dilontarkan secara terbuka oleh sang hakim di depan para peserta sidang yang hadir.
Adapun kalimat asli yang diucapkan oleh sang hakim dalam potongan video tersebut adalah, “Saya jadi capres loh lama-lama,” ucap Arsul Sani sambil tersenyum.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok