Berita, Nasional

Cak Nun Soroti Pemecatan Purbaya oleh Presiden Prabowo dan Dampak Besarnya Bagi Tata Negara Indonesia

Repelita.id

17 September 2026 20:50 WIB

Cak Nun Soroti Pemecatan Purbaya oleh Presiden Prabowo dan Dampak Besarnya Bagi Tata Negara Indonesia
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Langkah politik Presiden Prabowo Subianto yang memberhentikan posisi Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan kini tengah memicu riak perdebatan di tengah masyarakat luas. Langkah mendadak perombakan susunan Kabinet Merah Putih tersebut dinilai membawa dampak yang sangat signifikan bagi masa depan tata kelola serta arah perekonomian di Indonesia.

Sorotan tajam mengenai polemik pencopotan posisi pembantu presiden tersebut diunggah pada Kamis, 17 September 2026 melalui sebuah tayangan video dari kanal YouTube Berita Terkini. Berdasarkan kronologi informasi yang dirilis, proses pergantian posisi strategis itu secara resmi dilangsungkan oleh pihak istana pada tanggal 14 September 2026 setelah satu tahun masa jabatan berjalan.

ADVERTISEMENT

Kondisi internal di lingkungan kementerian dikabarkan sempat menghangat akibat adanya isu persoalan koordinasi serta pergantian struktur pejabat sebelum Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya digantikan oleh Suahasil Nazara. Mantan menteri itu sendiri secara terbuka menyampaikan kepada publik bahwa keputusan pencopotan dirinya sepenuhnya berada di dalam koridor hak prerogatif seorang kepala negara.

Dinamika reshuffle menteri ini juga memantik reaksi dan pandangan kritis dari tokoh budayawan terkemuka Indonesia yakni Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun. Pemikir sosial keagamaan tersebut menyoroti bagaimana posisi tata negara modern saat ini telah mengalami pergeseran fungsi yang sangat mendasar jika dibandingkan era proklamasi kemerdekaan dahulu.

Cak Nun mengkritik pola hubungan struktural di pemerintahan di mana lembaga-lembaga negara serta jajaran aparatur sipil kini dinilai lebih tunduk kepada otoritas penguasa ketimbang berpatokan pada konstitusi sejati. Dirinya berpandangan bahwa jabatan kepresidenan pada hakikatnya hanyalah sebuah penugasan berkala yang dibatasi waktu, tidak seperti instansi pertahanan keamanan yang bersifat tetap.

Melalui analogi yang disampaikan dalam bahasa daerah, budayawan tersebut menyentil sistem komando kepemimpinan nasional yang dianggap kurang tepat menempatkan porsi pembagian kekuasaan. "L M kowe iki ming cah outsourcing kok merintah-merintah sing wis permanen koy ngene iki Iki ora bener tata negarane kaya ngenei Suatu hari kita robah Ayo winih-winihu Cukulukul untuk masa depan Dandani Indonesia Karena Indonesia tidak bersaing dengan dunia Indonesia adalah pengayomnya seluruh manusia di dunia Indonesia adalah penyayangnya seluruh manusia di dunia Indonesia adalah ibunya seluruh dunia," ucap Cak Nun.

Latar belakang pencopotan figur menteri keuangan ini terus menuai pro dan kontra karena Purbaya selama ini dipandang oleh sebagian kalangan memiliki komitmen kuat dalam pembenahan sistem fiskal. Struktur kepengurusan kabinet yang baru kini dituntut untuk segera memulihkan stabilitas koordinasi agar kekhawatiran publik mengenai konsekuensi geopolitik dan ekonomi pasca-reshuffle tidak menjadi kenyataan di kemudian hari. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung