Berita, Nasional

Buntut Rekam Jejak Marah ke Bawahan, Elektabilitas Kinerja Menteri PU Dody Hanggodo Terbawah Versi IPO

Repelita.id

25 October 2026 23:29 WIB

Buntut Rekam Jejak Marah ke Bawahan, Elektabilitas Kinerja Menteri PU Dody Hanggodo Terbawah Versi IPO
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo tercatat hanya memperoleh 0,5 persen suara berdasarkan survei Indonesia Political Opinion yang menilai kinerja para pembantu presiden di Kabinet Merah Putih.

Capaian angka tersebut menempatkannya di kelompok menteri berkinerja paling bawah bersama tiga pejabat tinggi lainnya di jajaran kepemimpinan nasional saat ini.

ADVERTISEMENT

Survei yang dipublikasikan pada Sabtu, 24 Oktober 2026 itu memperlihatkan tiga nama pejabat lain yang sama-sama mendapatkan persentase 0,5 persen, yaitu Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.

Posisi rendah tersebut berada persis di bawah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang masing-masing berhasil mencatatkan raihan 0,9 persen dari total pilihan publik.

Perolehan skor dalam penelitian tersebut dirilis di tengah ramainya sorotan publik terhadap rekam jejak gaya kepemimpinan sang menteri yang cukup keras ketika di lapangan.

Pada 26 September 2026, pejabat terkait meninjau area persawahan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, lalu meluapkan kemarahan melalui telepon setelah menemukan persoalan saluran air yang memicu kekeringan lahan.

Rekaman tersebut kemudian ramai di platform media sosial karena sang pembantu presiden terdengar melontarkan kata-kata keras akibat kecewa atas kelambatan penanganan di wilayah tersebut.

Sebelumnya pada April 2026, ia juga sempat memberikan teguran tajam saat inspeksi mendadak proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, bahkan mengutarakan rasa frustrasinya atas penjelasan jajaran pelaksana di lapangan.

Rendahnya keterpilihan itu mencerminkan jawaban publik atas pertanyaan spesifik mengenai siapa figur pembantu presiden yang dianggap menunjukkan performa paling baik selama masa jabatannya.

Adapun proses pengumpulan data survei dilakukan pada 12 hingga 20 Oktober 2026 dengan menjangkau 1.200 responden dari seluruh wilayah Indonesia menggunakan metode pengambilan sampel acak bertingkat serta tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung