Repelita [Jakarta] - Wartawan senior Hersubeno Arief memaparkan alur kalkulasi yang rasional andai Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk mengganti posisi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Ia memperkirakan mantan Kapolda Jawa Tengah itu berpeluang ditarik masuk ke jajaran Kabinet Merah Putih menyamai jejak Tito Karnavian.
ADVERTISEMENT
"Kalau saya membacanya, ini skenario yang paling masuk akal itu adalah ya ada kompromi politik yang lebih elegan. Jadi, kalau toh Listyo Sigit itu kemudian dicopot, tapi dia itu bukan karena dihukum, itu lebih pada soft landing," ujarnya dalam kanal YouTube Hersubeno Point.
Penggeseran ini dipandang sejajar dengan pola alih tugas pimpinan Korps Bhayangkara terdahulu yang langsung dialihkan memimpin kementerian strategis.
"Ini juga jabatan yang sangat penting karena membawahi aparatur sipil negara seluruh Indonesia. Dan jangan lupa, dalam konsep negara kita, Menteri Dalam Negeri ini adalah triumvirat bersama Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri manakala Presiden dan Wakil Presiden berhalangan tetap," jelas Hersu.
Pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meluruskan kabar liar terkait dokumen penggantian kepemimpinan kepolisian yang marak di tengah masyarakat.
"Menanggapi yang beredar di publik berkenaan dengan masalah Surpres pergantian Kapolri, dapat kami sampaikan bahwa sampai hari ini tidak ada atau belum ada Surpres pergantian Kapolri," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Guna merespons gejolak kabar tersebut Jenderal Listyo Sigit menyerahkan sepenuhnya keputusan pengisian jabatan tertinggi Polri kepada wewenang penuh Presiden.
Dirinya memastikan bakal mematuhi seluruh arahan Kepala Negara sembari menggaransi bahwa isu peralihan kepemimpinan tidak mengganggu operasional kepolisian. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok