Berita, Nasional

[BREAKING NEWS] GEGER Ratusan Senjata Api dan Narkoba Ditemukan di Ruang Ruangan Mantan Ketua Yayasan Sekolah Swasta Jakarta Selatan

Repelita.id

06 August 2026 23:46 WIB

[BREAKING NEWS] GEGER Ratusan Senjata Api dan Narkoba Ditemukan di Ruang Ruangan Mantan Ketua Yayasan Sekolah Swasta Jakarta Selatan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Penemuan sebanyak 995 pucuk senjata api di dalam area ruangan mantan pimpinan yayasan lembaga pendidikan swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan memicu kegemparan publik.

Langkah penggeledahan ruangan tersebut awalnya dilakukan oleh pengelola demi menyiapkan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar peserta didik.

ADVERTISEMENT

Di balik pintu ruangan yang sebelumnya terkunci rapat itu, pengelola menemukan tumpukan senjata beserta perlengkapan peluru dalam jumlah fantastis.

"Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain," kata Hermawanto, Kamis (6/8/2026).

Pembersihan ruangan dilanjutkan kembali untuk keperluan fasilitas para pengajar hingga berujung pada temuan barang terlarang lainnya.

Area lain yang diperiksa justru menyimpan barang bukti tambahan mulai dari amunisi, obat-obatan terlarang, hingga media video syur.

"Kemudian pada tadi malam, hari Rabu gitu ya, hari Rabu tadi malam kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba, dan menemukan CD porno," ujarnya.

Rincian barang bukti yang diamankan terdiri atas empat unit senapan laras panjang, dua unit senjata laras pendek, peredam suara, tujuh wadah amunisi, ribuan peluru pelbagai ukuran, tiruan senjata tajam, alat kejut listrik, hingga peralatan pencetak peluru mandiri.

Pihak sekolah turut mendeteksi keberadaan ruang tersembunyi berstruktur menyerupai bunker yang hingga kini belum diakses demi keamanan.

"Masih ada satu ruangan seperti bunker yang itu semua terkunci rapat, kami tidak bisa masuk ke sana. Kami juga akan meminta kepada aparat untuk tolong bantu kami untuk membuka ruangan ini karena kalau kami khawatir ada risiko hukum gitu kan, maka kami meminta aparat untuk membukanya. Jadi kami ingin bunker ini juga dibuka kemudian," tutur dia.

Mantan pengurus yayasan yang menguasai akses ruangan tersebut diketahui telah diberhentikan sejak April 2026 dan kini tengah menghadapi persengketaan perdata.

"Status hukum jadi proses pemberhentian terhadap Ketua Pengurus yang sudah kami pecat, proses penonaktifan terhadap anggota pembina, sekarang sedang proses gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Jadi sedang bergulir proses perkara perdatanya," ujarnya.

Pihak pembina yayasan mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas temuan mematikan di lingkungan institusi pendidikan tersebut.

Keberadaan ratusan senjata di kawasan sekolah dinilai sangat membahayakan keselamatan para siswa serta seluruh tenaga pengajar.

"Kami berharap, kami ingin kepolisian akan sangat serius karena berkaitan dengan senjata itu berkaitan dengan keamanan nasional juga. Karena senjata ini bisa disalahgunakan dan tetap bisa berbahaya bagi siapapun," kata Untung.

"Apalagi senjata ini disimpan di tempat sekolah yang tentunya berbahaya bagi para siswa dan para guru. Jadi itu yang kami harapkan, dan kami berharap kepolisian akan sangat serius memprosesnya," sambungnya.

Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan mengonfirmasi telah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait temuan ratusan senjata tersebut sejak pertengahan Juli.

"Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan senjata (terdiri dari air gun dan senjata api) yang tersimpan di salah satu ruangan di yayasan sekolah yang berlokasi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang selanjutnya dibuat dalam bentuk Laporan Polisi tertanggal 15 Juli 2026," kata AKP Joko Adi Wibowo. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung