Repelita [Jakarta] - Perpecahan tajam terjadi di internal tim penasihat hukum Roy Suryo yang tengah menghadapi persoalan hukum terkait tudingan ijazah palsu.
Ahmad Khozinudin secara blak-blakan membongkar ketidakcocokan strategi hingga konflik personal dengan Refly Harun yang selama ini mendampingi kasus tersebut.
ADVERTISEMENT
Konflik ini mencuat ke permukaan publik saat Khozinudin memberikan keterangan melalui kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Rabu (1/7/2026).
Ia menyoroti langkah Refly yang dianggap kerap menarasikan opsi perdamaian dan mediasi dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
"Refly Harun-lah yang pertama kali selalu menarasikan perdamaian dengan mediasi. Tanpa izin kami saat itu, Roy, Rismon, Tifa, tiba-tiba dibawa bertemu Jimly Asshiddiqie dengan narasi akan dimediasi (dengan Jokowi)," jelas Khozinudin.
Khozinudin menolak keras segala bentuk negosiasi karena ia meyakini perkara ini harus diselesaikan melalui pembuktian materiil di ruang persidangan.
Baginya, kompromi dalam kasus yang dianggap sebagai tindak pidana pemalsuan dokumen adalah hal yang mustahil dilakukan.
"Nggak bisa yang palsu dan yang asli dinegosiasikan. Ya udah nanti yang aspal (asli tapi palsu) ya. Nggak bisa seperti itu," tegasnya.
Perselisihan semakin dalam ketika Khozinudin menyebut pembentukan tim hukum oleh Refly dilakukan tanpa koordinasi dan melanggar etika profesi advokat.
Ia merasa dipojokkan setelah Refly diduga mengklaim hanya timnya yang memiliki otoritas untuk memberikan pendampingan hukum kepada Roy Suryo.
"Refly mengedarkan info ke sejumlah media yang berwenang atas nama Roy Suryo hanya dirinya kan jahat itu," ungkapnya pada Kamis (2/7/2026).
Ketegangan ini berujung pada keputusan Khozinudin untuk mengeluarkan beberapa rekan advokat dari timnya karena dianggap berpindah haluan mendukung manuver Refly.
Ia pun menantang semua pihak untuk tetap fokus pada perjuangan hukum tanpa harus merasa paling berperan atau mengisolasi advokasi rekan lainnya.
"Kami tak bisa mengharapkan orang lain punya etika. Tapi kami berkewajiban menegakkan etika di tim kami. Karena itulah, kami memutuskan mengeluarkan Abdul Ghafur Sangaji dan Soraya dari tim kami," imbuhnya.
Persoalan ini menambah daftar panjang perselisihan antara keduanya yang sebelumnya juga pernah terjadi pada Desember tahun lalu.
Hingga kini, Roy Suryo belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik yang terjadi di antara para penasihat hukumnya tersebut. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok