Repelita Jakarta - Dr. KRMT Roy Suryo (Asli) menyatakan dukungan penuh 11 ribu trilyun persen kepada Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, yang akan melaporkan Rismon Sianipar alias Omon terkait tuduhan dana Rp5 miliar dalam kasus ijazah palsu Jokowi.
Pernyataan dukungan ini disampaikan Roy Suryo melalui kanal YouTube pribadinya Roy Suryo Official pada Minggu, 5 April 2026, dari Jakarta.
ADVERTISEMENT
Dalam analisis sebelumnya, Roy Suryo memastikan bahwa pernyataan Omon soal aliran dana miliaran rupiah dalam kasus ijazah yang diduga 99,9 persen palsu milik Jokowi hanyalah hoaks hasil karya kecerdasan buatan alias palsu belaka.
Namun, karena pernyataan tersebut tidak tampak segera diralat atau dikoreksi langsung oleh Omon, maka sama saja dia melakukan pembiaran karena baru diklarifikasi pada Jumat, 3 April 2026.
Hoaks miliaran rupiah yang salah satunya menyebut nama JK selain turut mencatut nama Ketua DPR Puan Maharani, Menteri Koordinator AHY, Profesor Mahfud MD, Ketua Dewan Energi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, hingga Habib Rizieq Shihab pertama kali ditayangkan melalui kanal YouTube Dibikin Channel.
Roy Suryo bersyukur kanal YouTube tersebut sudah ditutup beberapa hari lalu akibat banyak dilaporkan karena kelakuan buruknya menebarkan kabar bohong sejak tahun 2019 silam.
Masalahnya, kelakuan dari kanal YouTube Dibikin Channel ini tampak sengaja diamplifikasi dan diglorifikasi oleh gerombolan YouTuber bernama Ceboker Nusantara yang dironisnya disupport langsung oleh bekas presiden saat ulang tahunnya yang pertama pada Sabtu, 4 April 2026, di Hotel Sunan Solo.
Bahkan secara terang-terangan, Jokowi memberikan dukungan kepada gerombolan tersebut untuk boleh berulah, sebuah tindakan yang sangat membingungkan.
Oleh sebab itu, perilaku liar dan kampungan dari gerombolan YouTuber Ceboker Nusantara di bawah pimpinan AF dengan anggotanya antara lain BB, BYTN, BM, OP, JS, ARM, VH, ditambah DAJ, MTV dan lainnya tampak makin tidak mencerminkan etika maupun kesopanan sama sekali.
Padahal mereka sok menggunakan slogan antihoaks, namun justru jelas-jelas menebar hoaks, ujaran kebencian, hingga doktrinasi fakta keliru kepada masyarakat luas.
Roy Suryo mempertanyakan kinerja Kementerian Komunikasi dan Digital serta Cyber Patrol Kepolisian mengapa gerombolan ini dibiarkan merajalela.
Kembali kepada rencana JK untuk melaporkan Omon, meskipun ada yang kurang setuju karena dianggap laporan tersebut salah alamat karena pernyataannya hanya karya kecerdasan buatan, namun itu biar menjadi urusan kepolisian yang memproses.
Roy Suryo mempertanyakan mengapa Omon cenderung abai dan membiarkan pernyataan liar tersebut pada awalnya, mengapa kanal Dibikin Channel bisa bertahan menebar hoaks selama ini, dan mengapa gerombolan Ceboker Nusantara tidak ditindak padahal jelas-jelas melakukan glorifikasi dan amplifikasi kabar bohong.
Kesimpulannya, hak JK selaku tokoh masyarakat dan warga negara yang memiliki hak hukum untuk melakukan tindakan tersebut, di mana hal yang sama pernah dilakukan oleh keluarganya juga terhadap Silvester Matutina yang terpidana penjara 1,5 tahun dan menjadi buronan sampai sekarang.
Roy Suryo secara pribadi mendukung 11 ribu trilyun persen terhadap upaya JK ini dan berharap aparat bisa objektif juga memprosesnya agar terjadi kesetaraan di hadapan hukum di Indonesia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok