Berita, Nasional

[BREAKING NEWS] Dampak Karhutla Sampai ke Malaysia, Menhut: Karena Memang Asap Enggak Ada KTP

Repelita.id

01 September 2026 21:58 WIB

[BREAKING NEWS] Dampak Karhutla Sampai ke Malaysia, Menhut: Karena Memang Asap Enggak Ada KTP
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Isu mengenai kabut asap akibat kebakaran lahan yang melintasi batas teritorial negara tetangga belum lama ini menjadi sorotan dalam diskusi pemangku kebijakan.

Pernyataan resmi terkait pergerakan partikel sisa pembakaran hutan tersebut disampaikan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Jakarta pada hari Selasa, 1 September 2026.

ADVERTISEMENT

Penjelasan mengenai arah hembusan udara yang bergerak bebas lintas negara diungkapkan secara langsung di kantor kementerian yang dipimpinnya tersebut tanpa sekat pembatas administratif.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, asap kebakaan lahan dan hutan (karhutla) tidak mempunyai KTP.

Dia kemudian menyoroti asap karhutla di Serawak, Malaysia, yang juga bisa masuk ke Indonesia.

“Arah anginnya kebetulan memang naik ke atas. Kalau seandainya arah anginnya dari sini, ini menurut teman-teman dari LH juga, ini kebakaran yang terjadi di sini juga akan masuk ke Indonesia. Karena emang asap enggak ada KTP-nya gitu,” kata Raja Juli di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Komitmen kuat untuk mencegah dampak buruk polusi udara lintas negara lantas ditekankan agar tidak merugikan kawasan regional sekitar.

Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah akan terus berjuang untuk mencegah transboundary haze atau pencemaran kabut asap lintas batas terkait karhutla.

“Jadi tetap saja akan kita akan berjuang. Semaksimal mungkin ya, kita tidak akan memberikan dampak negatif atau mudarat kepada tetangga kita,” tegas dia.

Sinergi bilateral antaranak bangsa di kawasan regional turut diupayakan guna memastikan pengendalian musibah tahunan tersebut berjalan optimal.

Raja Juli juga mengatakan, Indonesia bersama negara tetangga juga akan berjuang bersama terkait hal ini.

“Bahwa kemudian kita bisa jaga atau kontrol karhutla kita, asap kita, kemudian tidak terjadi, apa namanya, transboundary haze, alhamdulillah,” ucap dia.

Prioritas utama kepala negara dalam menghadapi bencana ekologis ini difokuskan sepenuhnya demi keselamatan warga di berbagai penjuru nusantara.

Di kesempatan ini, Raja Juli mengingatkan soal perintah Presiden RI Prabowo Subianto terkait penanganan karhutla.

Menurutnya, jajaran TNI, Polri, dan Manggala Agni Kemenhut juga terus bekerja untuk melindungi masyarakat Indonesia di tengah situasi karhutla.

“Pak Presiden mengatakan kepada kita, fokus utama pemerintah Indonesia di dalam penanganan karhutla adalah untuk keselamatan rakyat Indonesia,” kata dia.

Imbauan kepada seluruh elemen korporasi dan warga sipil turut diserukan agar menghindari tindakan pembukaan lahan pada periode musim kemarau.

Selain itu, Menhut meminta dukungan masyarakat dan perusahaan agar mencegah potensi terjadinya karhutla.

“Sekali lagi mohon dukungan ya, mohon dukungan agar September ini masyarakat kita dapat lebih teredukasi, baik yang masyarakat kecil maupun yang gede-gede, perusahaan-perusahaan gede, untuk tidak melakukan land clearing pada masa kering semacam ini, ya,” tuturnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung