Repelita Jakarta - Sebuah pantauan meteorologi terkini mendeteksi adanya pergerakan material sisa pembakaran vegetasi yang sempat melintasi kawasan permukiman padat penduduk di kota satelit.
Informasi tersebut disiarkan melalui unggahan laporan cuaca di kanal YouTube Tribun Jateng pada Minggu, 18 Oktober 2026, yang mengonfirmasi arah sebaran polutan udara pascainsiden kebakaran hutan.
ADVERTISEMENT
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau sebaran asap kebakaran hutan dan lahan yang sempat melintasi wilayah Jabodetabek.
Fenomena meredupnya intensitas cahaya matahari di atas wilayah ibu kota sempat memicu kekhawatiran warga sebelum akhirnya dipastikan kembali normal.
BMKG memastikan sebaran asap tipis tersebut kini sudah menjauh seiring pergerakan angin kencang ke wilayah utara.
BMKG memberikan penjelasan resmi terkait fenomena langit redup yang sempat melanda kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
BMKG mengonfirmasi bahwa sebaran asap tipis hasil kebakaran hutan dan lahan dari wilayah Sumatra sempat melintas di atas Jabodetabek.
Berdasarkan hasil pemantauan citra satelit cuaca, partikel asap karhutla tersebut terbawa pergerakan angin kencang dari arah barat daya menuju utara.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik karena sebaran asap tersebut tergolong sangat tipis dan berada di lapisan udara atas, sehingga tidak sampai menurunkan kualitas udara permukaan secara berbahaya.
BMKG memastikan sebaran asap karhutla telah bergerak menjauh dan meninggalkan kawasan Jabodetabek.
Kondisi kualitas udara di wilayah ibu kota dan sekitarnya kini kembali aman, dipengaruhi potensi hujan lokal di beberapa titik.
Meskipun asap telah menjauh, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan pembaruan informasi cuaca harian dari kanal resmi.
BMKG juga berkoordinasi dengan Satgas Penanggulangan Bencana di daerah untuk memantau pergerakan titik api pemicu asap.
Pemerintah mengimbau warga untuk tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas luar ruangan seperti biasa.
Satgas Karhutla diprioritaskan untuk mempercepat pemadaman titik kebakaran di Pulau Sumatra agar asap tidak kembali menyebar.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok