Berita, Nasional

[BEREDAR KABAR] Isu Ketegangan Presiden dengan Polri Mencuat, Kapolri Listyo Sigit Dikabarkan Terancam Dievaluasi

Repelita.id

20 July 2026 00:15 WIB

[BEREDAR KABAR] Isu Ketegangan Presiden dengan Polri Mencuat, Kapolri Listyo Sigit Dikabarkan Terancam Dievaluasi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan institusi Polri tengah menjadi sorotan tajam menyusul beredarnya kabar mengenai ketegangan akibat langkah penegakan hukum yang dilakukan tanpa koordinasi.

Situasi tersebut mencuat setelah sebuah laporan investigasi mengungkap adanya aksi penggeledahan yang dianggap memiliki implikasi politik besar, namun dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada kepala negara.

ADVERTISEMENT

Presiden dikabarkan bereaksi keras dan mempertanyakan alasan di balik tindakan tersebut karena merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan strategis.

Narasi yang berkembang menyebutkan Presiden melontarkan kalimat bernada tinggi kepada pihak terkait untuk menanyakan maksud dari manuver tersebut.

“Kalian mau sabotase pemerintahan saya?”

Pernyataan itu sempat ramai menjadi perbincangan publik, meski hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang mengonfirmasi validitas percakapan tersebut dari pihak Istana.

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut telah memberikan klarifikasi bahwa penggeledahan dilakukan secara mendadak demi mengantisipasi potensi kebocoran data di lapangan.

Kapolri pun dikabarkan sempat melayangkan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang timbul, namun pihak Mabes Polri hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait narasi tersebut.

Isu mengenai evaluasi posisi Kapolri kemudian mengemuka di tengah memanasnya situasi, dengan munculnya nama Kabaharkam Polri Komjen Pol. Karyoto dalam bursa calon pimpinan baru.

Kendati demikian, keputusan mengenai pergantian pimpinan tetap berada di tangan Presiden yang disebut masih menimbang berbagai aspek strategis, termasuk hubungan kekerabatan tertentu yang menjadi perhatian.

Laporan tersebut juga menyinggung adanya isu penebalan pasukan di internal Polri yang sempat menimbulkan kecurigaan di lingkungan Istana mengenai tujuan di balik penambahan personel tersebut.

Pihak Kepolisian sendiri membantah bahwa tindakan pengamanan yang dilakukan berkaitan dengan upaya politik untuk melemahkan pemerintahan yang tengah berjalan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan konfirmasi dari Istana maupun Mabes Polri untuk meluruskan berbagai spekulasi yang beredar luas di tengah masyarakat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung