Repelita Jakarta - Pemberhentian mendadak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memunculkan berbagai spekulasi dan perbincangan luas di tengah ruang publik nasional.
Banyak pihak dinilai berkomentar tanpa dasar yang akurat terkait dinamika pergantian kursi bendahara negara yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
Menanggapi berbagai asumsi keliru tersebut, pengamat ekonomi Bhima Yudhistira akhirnya membongkar fakta sebenarnya di balik layar pencopotan tersebut.
Penjelasan mendalam itu disampaikan melalui rekaman video yang disiarkan lewat kanal YouTube Indonesia Speaks pada tanggal 17 September 2026.
Bhima Yudhistira mengungkapkan bahwa dirinya tidak merasa terkejut lantaran situasi panas di internal Kementerian Keuangan sudah mulai terasa sejak beberapa hari sebelumnya.
Ketegangan di lingkungan instansi tersebut bermula dari kebijakan perombakan pejabat eselon yang memicu protes keras dari sejumlah pejabat tinggi perpajakan dan bea cukai.
Dalam perbincangan di kanal YouTube Indonesia Speaks, Bhima Yudhistira membeberkan pemicu utama perselisihan internal yang melibatkan para petinggi kementerian.
"Jadi ada pergantian eselon itu ramai-ramai diganti. Terus protes si Dirjennya, dua Dirjen nih, Dirjen Pajak sama satu lagi Dirjen Bea Cukai, karena yang ganti kan Purbaya. Eselon dua ini keberatan, itu satu."
Lebih lanjut, narasumber tersebut menilai bahwa gaya kepemimpinan agresif dalam menggenjot target penerimaan negara kerap mendatangkan tekanan psikologis bagi para pegawai di lapangan.
Kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan membuat upaya pengumpulan dana lewat pengetatan regulasi pajak berdampak langsung pada para pelaku usaha serta sektor UMKM.
Kendati demikian, perombakan posisi menteri ini dinilai sebagai bagian dari dinamika internal serta penataan ulang koordinasi di dalam lingkaran pemerintahan.
Pihak pengamat berharap kebijakan fiskal ke depan dapat berjalan lebih seimbang tanpa harus memberatkan beban finansial masyarakat kecil serta dunia usaha nasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok