Berita, Nasional

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah? Pengamat Nilai Kepercayaan Pasar terhadap Ekonomi RI Kian Melemah

Repelita.id

06 June 2026 17:15 WIB

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah? Pengamat Nilai Kepercayaan Pasar terhadap Ekonomi RI Kian Melemah
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Anjloknya nilai tukar Rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per Dolar Amerika Serikat disinyalir menjadi indikator kuat merosotnya kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi dalam negeri.

Kepala Riset Fraus Kapital, Alfred Nainggolan, berpendapat bahwa tekanan hebat yang menghantam mata uang Garuda saat ini tidak bisa sepenuhnya dikaitkan dengan dinamika ekonomi global semata.

ADVERTISEMENT

Meskipun depresiasi Rupiah yang mencapai kisaran 7 persen sejak awal tahun bukanlah rekor terburuk, Alfred menyoroti bahwa dampak yang dirasakan Indonesia jauh lebih berat dibandingkan negara-negara lain.

"Kalau penyebabnya murni faktor global, negara lain seharusnya mengalami tekanan yang relatif sama. Faktanya, Indonesia terkena dampak lebih besar," ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Alfred melihat bahwa pasar mulai meragukan arah kebijakan ekonomi pemerintah serta mencermati adanya problematika struktural yang hingga kini belum menemui solusi nyata.

Menurutnya, berbagai langkah mitigasi yang diambil Bank Indonesia, mulai dari menaikkan suku bunga hingga intervensi pasar, dinilai belum memadai untuk membangun kembali keyakinan investor.

Pasar khawatir terjadi kemunduran dalam agenda reformasi ekonomi, ditambah dengan kebijakan yang menyedot anggaran besar namun minim manfaat ekonomi yang terukur.

Selain menggerus optimisme pelaku pasar, pelemahan mata uang ini secara langsung menekan sektor riil dengan membengkaknya biaya impor yang pada akhirnya membebani surplus neraca perdagangan.

"Persoalan yang dilihat pasar saat ini bukan jangka pendek, melainkan fundamental. Selama itu belum dijawab, tekanan terhadap rupiah berpotensi berlanjut," tegasnya.(*).

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung