Repelita [Kathmandu] - Ratusan pelancong mancanegara dilaporkan lenyap menyusul terjangan air bah dahsyat yang memicu longsor lumpur ekstrem di sekitar perbatasan Nepal dan China.
Pemerintah pariwisata setempat mengonfirmasi delapan korban jiwa telah ditemukan sementara ratusan orang lainnya masih dalam status pencarian intensif.
ADVERTISEMENT
"Sedang berupaya memverifikasi keberadaan dan kondisi keselamatan para wisatawan dan pelancong yang berada atau sedang melakukan perjalanan melalui wilayah terdampak itu," kata badan tersebut dalam pernyataannya.
Bencana alam mematikan tersebut menerjang wilayah perbatasan pada pagi hari dan langsung meluluhlantakkan infrastruktur penting serta permukiman warga.
Gelombang material lumpur tebal turut menyapu bersih fasilitas pos penjagaan kepolisian serta kantor bea cukai di jalur strategis perbatasan.
Tim gabungan penanggulangan darurat langsung dikerahkan secara besar-besaran dari kedua negara tetangga untuk menyisir lokasi bencana.
Para korban hilang yang tercatat berasal dari berbagai negara termasuk India, Inggris, Afrika Selatan, Australia, hingga Belanda.
Kepolisian setempat mengonfirmasi penemuan jenazah korban di dua distrik berbeda yang mengalami dampak terparah akibat terjangan banjir.
Wilayah jalur perdagangan utama di kawasan Tibet turut lumpuh total akibat material longsor yang menutup akses transportasi darat secara masif.
Pemutusan jaringan komunikasi serta padamnya pasokan listrik memperlambat koordinasi evakuasi di titik-titik isolasi bencana.
Pemerintah regional langsung menerbitkan status siaga tinggi bagi seluruh warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai hilir.
Pengerahan armada udara berupa helikopter penyelamat dilakukan guna menembus medan ekstrem demi menjangkau para korban luka.
Pejabat keamanan kepolisian menduga bencana bandang tersebut dipicu oleh pelepasan volume air secara tiba-tiba dari danau glasial di hulu.
Kabinet pemerintahan menggelar rapat darurat guna merumuskan langkah penanganan cepat serta pemulihan infrastruktur jalur pendakian wisata populer tersebut. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok