Repelita [Jakarta] - Politisi senior PDI Perjuangan, Bambang Beathor Suryadi, meminta 15 rekan kuliah Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengundurkan diri sebagai saksi dalam persidangan gugatan ijazah.
Anjuran tersebut disampaikan seiring proses hukum terkait dugaan penggunaan ijazah palsu yang menyeret Roy Suryo serta Dokter Tifa sebagai terdakwa.
ADVERTISEMENT
Beathor menegaskan para pendukung serta saksi sebaiknya menyadari fakta keabsahan dokumen pendidikan mantan kepala negara tersebut.
Ia mengklaim "Pihak-pihak yang selama ini membela Jokowi agar segera sadar bahwa Jokowi tidak memiliki ijazah SMA, apalagi ijazah UGM,”.
Mantan politisi itu juga menuding berkas kelulusan S1 Joko Widodo dicetak ulang di kawasan Pasar Pramuka Jakarta demi melengkapi administrasi pencalonan Pilgub DKI Jakarta 2012.
Langkah pengunduran diri para saksi dan relawan dinilai penting guna menjaga kondusivitas serta stabilitas nasional.
Ia menyatakan “Untuk itu para saksi yang akan tampil di persidangan maupun para relawan segeralah mengundurkan diri meninggalkan Jokowi agar negeri ini aman sentosa,”.
Beathor turut menilai penjelasan Humas Universitas Gadjah Mada mengenai jadwal wisuda bulan November justru memicu keraguan publik.
Keterangan waktu kelulusan tersebut dianggap sebagai bentuk anomali yang perlu dievaluasi oleh pihak-pihak pembela Joko Widodo. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok